Sawah Jadi Barang Langka, Petani Kircon Minta Perlindungan Pemerintah

panen
IGUN GUNAWAN/JABAR EKSPRES
PANEN RAYA: Sejumlah TNI dari Kodim 0618/B Kota Bandung tengah melakukan panen raya bersama para petani penggarap sawah milik PT Pindad di Kecamatan Kiaracondong, Selasa (8/11).
0 Komentar

Untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan para petani penggarap itu, sebut Dasep, pihaknya memerintahkan Babinsa untuk turun langsung memberikan pendampingan. Mulai dari pengelolaan lahan, pembibitan, penanaman, hingga pemberantasan hama dan juga pengawasan terhadap pendistribusian pupuk, agar pupuk tetap ada dan harganya terjangkau masyarakat.

”Memang petani yang di sini itu bukan sawah sendiri, tapi penggarap. Karena ini lahannya milik PT Pindad, tapi ya Allhamdulillah setelah kita bantu pendampingan pertanian, bisa meningkatkan pengasilan dari tadinya hanya 5,5 ton gabah/ha, sekarang bisa rata-rata 7,8 ton gabah/ha. Dengan interval masa tanam dalam setahun tiga kali, karena pengairan di sini cukup,” terang dia.

Camat Kiaracondong Tarya mengaku senang dengan adanya TNI yang terjun langsung bersama warganya dalam mengelola sawah. ”Ini mungkin satu-satunya di kita, dua lokasi kegiatan yang memang tentang nanam padi oleh petani meskipun ini anah bukan milik mereka, tapi milik PT Pindad,” tambah Taryana.

Baca Juga:27 Tim Basket Siap Berlaga di Ajang Battle Of CampusKPU Ajak Dialog Kaum Disabilitas

Terkait kemungkinan akan tergerusnya lahan pesawahan oleh pembangunan, menurut Taryana, hal itu perlu ada koordinasi yang intens dengan pemerintahan. ”Kalau harapan saya sawah itu, agar tidak dihilangkan. Untuk jumlah luasnya sendiri tidak tahu. Hanya dua lokasi yang ini dan satu lagi di RW Sukapura itu di keliling oleh perumahan,” ungkapnnya.

Tidak dipungkiri sebut Camat, daerah tersebut juga banyak dilirik para pendatang untuk dibeli dan dijadikan tempat singgah. Namun, jika itu diberikan otomatis lahan-lahan kosong yang saat ini berbebentuk pesawahan akan berubah fungsi, bisa menjadi kos-kosan atau kontrakan.

”Hal ini yang terus kita hindari. Bagaimana pun kita ingin mempertahankan lahan pertanian yang ada di wilayah ini. Meski begitu, saya para petani tetap semangat mengarap lahan yang bisa dibudidayakan untuk penghasilan mereka, janganlah menjadi dialih fungsikan,” pungkasnya. (ign/fik)

0 Komentar