Emil Selidiki Penyebab Banjir

Di tempat sama Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Iwa Karniwa mengatakan, siap membantu dalam pemberian bantuan anggaran. Namun sejauh ini belum ada permintaan bantuan dari Pemkot Bandung untuk mengatasi drainase di ibu kota provinsi tersebut. ”Umumnya (permintaan bantuan) untuk jalan,” kata Iwa

Untuk mengatasi persoalan saluran air, Iwa meminta Pemkot Bandung agar melakukan pembahasan lebih rinci dengan membuat rencana induk drainase. Penyusunan masterplan ini, lanjut Iwa, akan sangat membantu dalam mengatasi persoalan tersebut.

”Dari situ kita lakukan langkah-langkah di spot-spot mana yang paling vital, yang kemungkinan terjadinya luapan banjir. Sehingga penataannya sistemik dan terstruktur, jadi tak sporadis,” urainya.

Dia mengatakan, pembangunan drainase harus didahulukan sebelum dilakukan perbaikan jalan, trotoar, dan taman. Bahkan imbuh Iwa, pada 1980-an Pemkot Bandung sudah pernah menyusun masterplan tersebut.

”Jadi me-review masterplan tahun 1980-an yang sudah ada. Tapi tetap harus disesuai dengan kondisi kekinian. Intinya pemprov siap (membantu), ungkap Iwa.

Sementara itu, pengamat dari Institut Teknologi Bandung (ITB) T. Bactiar mengatakan, pembangunan Kawasan Bandung Utara (KBU) sudah semakin meresahkan. Sebab, banyak bangunan besar yang mengganggu resapan air. ”Ini yang akhirnya berdampak buruk bagi kawasan di bawah (kota, Red),” kata Bachtiar kepada Jabar Ekspres, kemarin.

Sementara itu, Prakiraan Cuaca dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Bandung Yuni Yulianti mengatakan, tiga hari ke depan hujan intensitas tinggi akan terus mengguyur Bandung Raya. ”Bahkan hingga hari Kamis (27/10) ke depan, hujan akan disertai dengan angin dan petir,” ucap Yuni saat dihubungi, kemarin.

Bukan hanya itu, kota dan kabupaten lainnya akan mengalami keadaan yang sama. Diprediksi pada November akan terjadi peningkatan intensitas curah hujan. Hal tersebut terjadi merata di Jawa Barat.

Diakui olehnya, suhu permukaan laut di perairan Indonesia mengalami suhu hangat. Sehingga, indeks dipole mode negatif dan angin yang mulai berhembus dari arah barat.

”Diimbau waspada terhadap dampak yang ditimbulkan dari peningkatan intensitas curah hujan ini. Seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang,” imbaunya. (yan/edy/nit/rie)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan