Cuaca Belum Bersahabat, Angin Puting Beliung Susulan Masih Terjadi

bandungekspres.co.id, TASIKMALAYA – Gumpalan awan hitam disertai angin kencang kembali terjadi di wilayah Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran sekitar pukul 14.00, kemarin (13/10). Meskipun tidak menimbulkan kerusakan, namun fenomena alam tersebut sempat membuat warga was-was.

Tati, 40, warga Desa Kalangjaladri mengatakan, kondisi cuaca tiba-tiba berubah sehingga membuat warga panik. ”Persis seperti kejadian puting beliung kemarin (Rabu, Red). Awannya menggumpal terlihat hitam,” ungkapnya kemarin.

Dikatakannya, angin juga berhembus cukup kencang. Namun demikian, kondisi cuaca berangsur normal setelah hujan turun. ”Gumpalan awannya hilang setelah hujan turun, saya bener-bener gemetaran takut kejadian lagi,” ujarnya.

Warga lainnya, Santi, 55, mengatakan, banyak warga mengalami trauma akibat puting beliung yang terjadi Rabu sore (12/10). ”Saya juga masih takut kalau lihat angin langsung gemetaran, malahan sampai sekarang saya masih mengungsi di rumah anak saya,” ungkapnya.

Dirinya berharap pemerintah daerah membantu meringankan beban warga yang rumahnya rusak. ”Rumah saya ambruk, sudah gak layak ditempati, mudah-mudahan ada yang bisa bantu bangun rumah lagi,” tambahnya.

Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran Sri Rahayu mengatakan, bencana puting beliung yang terjadi di Parigi merupakan yang terparah. ”Ini puting beliung yang terparah karena ratusan rumah yang rusak di dua desa,” ungkapnya.

Dikatakannya, kerugian akibat bencana tersebut kerugian ditaksir mencapai ratusan miliar. ”Kita sangat prihatin. Untuk recovery DPRD bersama jajaran pemerintah daerah akan mengupayakan untuk mencari bantuan,” ujarnya.

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata mengatakan, status tanggap darurat diperpanjang sampai 20 Oktober 2016. Saat ini pemerintah daerah berkonsentrasi untuk membantu memperbaiki rumah-rumah warga yang mengalami rusak ringan.

”Kita akan bagikan asbes untuk atap-atap rumah warga yang rusak, sebagian sudah ditutup dengan terpal,” ungkap Jeje.

Informasi yang dihimpun, di Dusun Astamaya Desa Karangjaladri terdapat 157 rumah rusak (16 rusak berat dan 141 rudak sedang/ringan).Di Dusun Buniayu 73 rumah rusak (rusak berat 45 dan rusak sedang/ringan 26).

Sementara itu, di Dusun Bojongsalawe terdapat 63 rumah rusak (15 rusak berat 15 dan 48 rusak sedang/ringan). Total rumah rusak sebanyak 293 (rusak berat 76 dan rusak sedang/ringan 217).

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan