JABAR EKSPRES – Sejumlah bangunan rumah warga hingga pabrik mengalami kerusakan, akbat angin puting beliung memporak-porandakan wilayah Kecamatan Cimanggung dan Jatinangor, Kabupaten Sumedang pada Rabu, 21 Februari 2024 kemarin.
Pj Bupati Sumedang, Herman Suryatman mengatakan, akibat dampak kerusakan material yang cukup serius, pihaknya memberikan upaya bantuan logistik hingga tenda pengungsian sementara.
“Untuk Kecamatan Cimanggung ada di Desa Mangunarga dan Kecamatan Jatinangor itu di Desa Cintamulya dan Desa Cisempur yang terkena dampak,” kata Herman, Kamis (22/2).
Baca Juga:Diterjang Puting Beliung, 13 Pabrik di Sumedang Rusak dan 2.500 Pekerja PT Kahatex Harus Dirumahkan SementaraBPBD Kabupaten Bandung Sebut 1308 jiwa di Tiga Kecamatan Terdampak
“Tentu ini adalah pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Hari ini Kabupaten Sumedang sudah menetapkan wilayah terdampak angin puting beliung sebagai tanggap darurat bencana,” ungkapnya.
Herman menjelaskan, penetapan masa tanggap darurat bencana bagi wilayah yang terdampak itu, supaya difokuskan untuk penanganan cepat, termasuk memanfaatkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Kabupaten Sumedang.
“Agar bisa menyelesaikan berbagai sarana yang rusak, baik rumah warga maupun fasos dan fasum,” jelasnya.
Diterangkan Herman, tenda darurat sudah dipasang untuk antisipasi jika warga terdampak butuh perlindungan sementara, khususnya apabila hendak beristirahat pada malam hari.
“Sudah dilengkapi kasur, selimut dan sebagainya. Kemudian logistiknya juga kita siapkan, ada dapur umum yang dikelola mandiri oleh pemerintah desa, tapi kita bantu support untuk kebutuhannya,” terangnya.
Herman memaparkan, terkait kesehatan warga terdampak bencana angin puting beliung, juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sumedang.
“Ada posko kesehatan, kita perhatikan juga pastinya, sedangkan untuk bangunan rumah kita berikan stimulus untuk perbaikan,” paparnya.
Baca Juga:Terdakwa Kades Majasetra Divonis 4 Bulan Penjara oleh Hakim, Secara Sah Lakukan Kampanye pada Caleg DPR RITingkatkan Literasi Digital, Aptiknas Mulai Perkuat Perkembangan Teknologi AI di Kota Bogor
Herman mengimbau, kepada masyarakat supaya tetap tenang dan tak perlu khawatir berlebihan.
“Bencana ini sejatinya adalah ujian dan tugas kita menghadapinya. Mudah-mudahan kita berhasil melewati ujian dan lulus ujian ini,” ucapnya.
