Dede Yusuf Serap Aspirasi Warga

bandungekspres.co.id, CILENGKRANG – Ketua Komisi IX DPR RI H. Dede Yusuf melaksanakan Kunjungan Kerja ke Daerah Pemilihan (Kundapil) di Desa Cilengkrang, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (8/10). Kegiatan Kundapil tersebut dihadiri ratusan warga sekitar, di antaranya Kader PKK, Posyandu dan tokoh masyarakat Desa Cilengkrang.

YULLI S YULIANTI/BANDUNG EKSPRES Ketua Komisi IX DPR RI H. Dede Yusuf menyerahkan bantuan PMT ibu hamil dan PMT anak sekolah, serta MP ASI kepada ketua ibu PKK Desa Cilenkrang, Sabtu (8/10).
YULLI S YULIANTI/BANDUNG EKSPRES
Ketua Komisi IX DPR RI H. Dede Yusuf menyerahkan bantuan PMT ibu hamil dan PMT anak sekolah, serta MP ASI kepada ketua ibu PKK Desa Cilenkrang, Sabtu (8/10).

”Tujuan kegiatan ini untuk mendengarkan dan menyerap aspirasi masyarakat, khususnya bidang kesehatan, ketenagakerjaan dan keamanan pangan,” kata Dede Yusuf di sela-sela kegiatannya di Desa Cilengkrang.

Dede Yusuf menungkapkan, Desa Cilengkrang yang terletak di wilayah kawasan Bandung utara sampai saat ini masih belum memiliki Puskesmas pembantu (Pustu) untuk melayani kesehatan masyarakat. Sehingga masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan harus datang ke Puskesmas Cilengkrang yang jaraknya cukup jauh, karena wilayah Desa Cilengkrang ini terpotong oleh wilayah kota bandung.

”Masyarakat berharap agar pemerintah melalui Dinas Kesehatan atau pihak terkait dapat membantu pembangunan Pustu di Desa Cilengkrang,” ungkapnya.

Dia pun mengakui, sebelum kegiatan Kundapil ini, dirinya telah melihat secara langsung warga Desa Cilengkrang. Oleh karena itu, dia langsung menyampaikan kepada menteri bahwa di desa ini tidak punya Posyandu dan Pustu. Padahal presiden berjanji akan membangunkan 50 ribu Puskesmas baru, tetapi di Desa Cilengkrang ini belum dibangunkan puskesmas.

”Setelah saya membicarakannya, menteri berjanji tahun depan akan membangunkan Puskesmas di Desa Cilengkrang ini. Jadi kalau saya tidak ketemu langsung bersama masyarakat, bagaimana saya mau negur ke pemerintahnya,” katanya.

Selain itu, kata Dede, mata pencaharian masyarakat Desa Cilengkrang banyak yang begelut di bidang ternak sapi perah. Kondisi kandang sapi yang dimiliki, umumnya berdampingan dengan rumah, sehingga kotoran sapi yang dihasilkan jika tidak dikelola dengan baik dapat mengganggu kesehatan masyarakat. ”Oleh sebab itu, masyarakat membutuhkan pelatihan dan sarana serta prasana untuk penegelolaan kotoran sampi agar dapat dimanfaatkan menjadi energi biogas dan pupuk,” ucapnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan