Pertahanan Persib Keropos

bandungekspres.co.id – SUDAH kebobolan 19 gol selama 18 pertandingan di ajang Torabika Soccer Championship (TSC) A 2016 menjadi sorotan lini belakang Persib bermasalah. Tercatat Maung Bandung tiga kali mengalami kalah memalukan dengan skor telak selama keikutsertaannya di turnamen garapan PT. Gelora Trisula Semesta (PT GTS).

Pertama kali saat mereka kalah 4-1 atas Bhayangkara Surabaya United (BSU) sekaligus mengundurkan pelatih mereka saat itu Dejan Antonic. Kekalahan besar kedua saat kursi pelatih berpindah ke tangan Djadjang Nurdjaman. Mereka menelan kekalahan telak di Pulau Sumatera, masing-masing oleh Semen Padang (4-0) dan Sriwijaya FC (3-0).

Djanur sapaan akrab Djadjang mengakui jika lini pertahanan timnya memang sedang mengalami permasalahan yang kompleks. Mulai dari cederanya Purwoko Yudhi, inkonsiten pemain muda Rudolof Yanto Basna, dan terakhir Vladimir Vujocic yang izin sementara waktu karena mendapat musibah.

”Ya saya akui, Purwaka, Vladimir sekarang sedang bermasalah, Basna juga sebagai pemain muda masih labil fluktuatif,” ungkap Djanur saat ditemui wartawan di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani Bandung, Jumat (16/9).

Kendati begitu, pelatih 58 tahun itu masih percaya akan kemampuan pemain-pemain yang tersisa. Sosok seorang Basna masih bisa menjadi tumpuan di lini pertahanan. Pemain andalan skuat Timnas Indonesia itu hanya perlu mendapat penanganan khusus soal mental.

”Butuh penanganan khusus, artinya secara mental karena secara teknis dia punya, jadi kita tinggal push dia soal mental,” tutur Djanur.

Baginya harus ada treatment khusus mengembangkan pemain muda asal Papua. Hingga kini ia sedang berusaha memberi treatment terbaik untuk perkembangan seorang Basna.

”Seminggu ini harus ada (treatment tambahan) dan sudah saya lakukan sebelumnya secara personal, sebelum pertandingan kemarin juga. Cuman kita harus ada treatmen seperti apa yang masuk buat dia karena orang Papua rada beda,” bebernya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan