Stadion-stadion rancangan Jafni dan Fikri juga dilengkapi tata cahaya yang megah, akses keluar-masuk penonton yang memadai, serta museum dengan koleksi barang-barang khas daerah setempat. Museum tersebut diletakkan setelah pintu masuk utama. Dengan demikian, pengunjung dapat menikmati sajian budaya yang ada di museum di sepanjang jalan menuju venue penonton.
Soal biaya, Jafni dan Fikri sudah menghitung dengan terperinci. Dalam rancangan mereka, pembangunan stadion-stadion tersebut menghabiskan anggaran Rp 200 triliun untuk stadion baru maupun yang direnovasi. Termasuk untuk pembangunan akses pendukung di sekitar stadion.
Jafni dan Fikri tidak mau setengah-setengah dalam merancang karya itu. Mereka bahkan sudah menghitung keuntungan yang bakal diperoleh dari stadion-stadion tersebut ketika sudah beroperasi.
Baca Juga:Hari Ini, Angkutan Barang Dilarang BeroperasiBerharap Cuaca Bersahabat, Waduk Saguling Butuh Tambahan Debit Air
Itu dapat dilihat dari lokasi yang digunakan. Setiap stadion diletakkan di titik dengan kemudahan akses transportasi. Misalnya, dekat dengan bandara, stasiun kereta, atau pusat keramaian lainnya. Dengan begitu, pembangunan stadion ditambah dengan penyelenggaraan Piala Dunia nanti dapat meningkatkan perekonomian negara dan rakyat.
Jafni dan Fikri memang tidak menyangkal bahwa peluang Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 masih kecil. Namun, bila pemerintah terus mendorong dan berupaya keras, tidak tertutup kemungkinan Indonesia terpilih sebagai host pergelaran akbar sepak bola dunia itu. ”Kami sudah menghitung peluang Indonesia terpilih itu pada 2026,” ungkap Fikri.
Untuk itu, Jafni dan Fikri akan terus menggelorakan optimisme Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026. Selain lewat kegiatan-kegiatan di kampus, mereka memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan semangat tersebut. Contohnya, melalui website, YouTube, dan Instagram. Sejak hal tersebut dirilis pada 17 Agustus, jumlah dukungan yang masuk melalui komentar dan like ke medsos mereka sudah mencapai jutaan orang. Semua komentar menunjukkan dukungan positif. ”Bahkan, orang PSSI ikut mendukung gerakan kami ini,” tandas Jafni. (*/c10/ari/rie)
