bandungekspres.co.id, BANDUNG – Adanya rencana Kerja sama Sister Province antara Tiongkok dengan Provinsi Jawa Barat (Jabar) membuat Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Sri Budi Harjo berdebar. Dia berharap, kerjasama ini tidak membuat provinsi Jabar dijadikan pasar bagi Tiongkok.
Untuk diketahui, kerjasama antar provinsi ini rencananya akan dijalin antara Jabar dengan empat provinsi di Tiongkok. Kerjasama tersebut meliputi perdagangan, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur.
”Dari sisi nilai ini, sangat positif. Tapi saya mengingatkan agar prinsip kehati-hatian selalu dikedepankan. Jangan sampai provinsi Jabar dijadikan pasar bisnis bagi provinsi-provinsi yang ada di Tingkok,” jelas Budi ketika ditemui di ruang fraksi Partai Demokrat gedung DPRD Jabar, belum lama ini.
Baca Juga:Koalisi Umat Usung Sosok Diky CandraPemuda Akan Diganjar Modal Usaha
Dirinya menilai, keberadaan provinsi di Tiongkok tersebut diakui lebih maju bila dibandingkan dengan Jabar. Makanya, dia berpandangan, membuat perjanjian dengan pihak Tiongkok harus betul-betul cermat.
Dia menuturkan, kerjasama di bidang pendidikan sebetulnya sudah berjalan dengan banyak mengirimkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menimba Ilmu di salah satu provinsi di Tiongkok.
Selain itu, rencana lain dari kerjasama ini adalah pembangunan pabrik manufactur di Delta Mas seluas 200 hektar. Sedangkan timbal balik dari provinsi di Tiongkok tersebut akan menjadi marketing produk kopi asal Jabar.
Namun demikian, dia menilai, kerja sama ini dikhawatirkan memiliki maksud lain. Sebab faktanya saat ini banyak orang Tiongkok datang ke Indonesia yang mengaku sebagai wisatawan, padahal mereka bekerja di Indonesia.
”Nah, ini yang dikhawatirkan jangan sampai ini terjadi di Jawa Barat. Apalagi Indonesia dengan Tiongkok kan bebas visa,” kata Budi.
Dia menambahkan, butuh kecermatan dan kewaspadaan. Harapannya, jangan sampai provinsi Jawa Barat terjebak dalam persyaratan khusus dalam kerjasama ini.
Menyikapi hal itu, DPRD Jabar sangat mendorong agar kerjasama ini bisa saling menguntungkan kedua belah pihak.
Baca Juga:Kim Kardashian Prihatin Kekerasan Senjata ApiSimfoni Pembentuk Karakter
”Selama menguntungkan sebetulnya ini tidak masalah namun bingkai NKRI harus betul-betul terjaga,” pungkas Budi. (yan/rie)
