Selain Bayern dan Juve, Paris Saint-Germain (PSG) menjadi tim selanjutnya yang membuat liga, dalam hal ini Ligue 1, begitu membosankan.
Sejak masuknya Qatar Sport Investment 2011 lalu, seperti tidak ada tim manapun yang bisa menyentuh PSG.
Bahkan, jurnalis Daily Mirror, Richard Innes, menulis bahwa dominasi PSG sudah masuk dalam taraf absurd.
Baca Juga:Bayern PSG Finansial, Juventus TaktikalAtletico Tersingkir, Perebutan Gelar Juara Tinggal Milik Barcelona dan Real Madrid
Seperti saat mereka menjadi kampiun untuk kali keempat beruntun, dengan membabat Troyes sembilan gol tanpa balas (13/3).
Saat itu, mereka sudah berselisih 25 poin dari AS Monaco yang ada di rangking dua (77-52). Bahkan pada journee 21, gap PSG dan Monaco adalah 21 angka (57-36).
”Jarak itu hampir sama dengan Arsenal yang saat itu menjadi pemuncak klasemen di Premier League, dengan Bournemouth yang ada di posisi 16 (43-21),” ucap Innes.
Namun, sama seperti Serie A, dominasi PSG membuat klub Prancis lainnya seperti kesulitan di Eropa.
Di Liga Champions, hanya PSG saja yang mampu melaju ke perempat final sebelum ditundukkan Manchester City (agregat 2-3). Sementara Olympique Lyon malah harus menjadi juru kunci Grup H.
Kemudian di Europa League, baik Olympique Marseille, maupun Saint-Etienne, hanya bisa berbicara di babak 32 Besar. Marseille dikalahkan Athletic Bilbao dengan agregat tipis 1-2, sedangkan agregat Saint-Etienne 4-4 dengan Basel. Namun, Basel lolos karena aturan gol away. (apu/asp)
