Kewenangan Jalan dan Teras Cihampelas Pindah ke Pemprov, Pengamat Ingatkan Harus Diikuti Revitalisasi Menyeluh

Kewenangan Jalan dan Teras Cihampelas Pindah ke Pemprov, Pengamat Ingatkan Harus Diikuti Revitalisasi Menyeluh
Warga beraktivitas di kawasan Teras Cihampelas, Kota Bandung, Selasa (21/7/2026). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Keputusan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyerahkan pengelolaan Jalan Cihampelas dan Teras Cihampelas kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dinilai menjadi momentum penting untuk mengembalikan fungsi kawasan tersebut sebagai salah satu ikon wisata dan pusat ekonomi Kota Bandung. Namun, pengalihan kewenangan dinilai tidak akan berdampak signifikan apabila tidak diikuti dengan rencana revitalisasi yang komprehensif.

Pengamat Kebijakan Publik Muhammadiyah, Achmad Muhtar, mengatakan langkah yang ditempuh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi patut diapresiasi karena dapat memutus persoalan tumpang tindih kewenangan yang selama ini menghambat pembangunan infrastruktur.

“Selama ini salah satu persoalan utama penataan Cihampelas adalah pembagian kewenangan. Ketika ruas jalan berada di bawah pemerintah kota, sementara akses yang terhubung menjadi kewenangan provinsi, pembangunan sering kali tidak berjalan secara utuh. Dengan berada di bawah satu otoritas, proses perencanaan hingga penganggaran akan lebih sederhana,” ujar Achmad Muhtar kepada Jabar Ekspres, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga:Farhan: Pemprov Jabar Ambil Alih Pengelolaan Jalan dan Teras Cihampelas, Percepatan Revitalisasi Jadi TargetNasib Teras Cihampelas Masih Menggantung, Pemkot Bandung Fokus Evaluasi dan Tunggu Restu KPK

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa perpindahan status jalan tidak boleh dipahami hanya sebagai perubahan administrasi. Menurutnya, masyarakat menunggu perubahan nyata berupa peningkatan kualitas kawasan yang selama beberapa tahun terakhir mengalami penurunan.

“Yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar perpindahan kewenangan, tetapi hasil akhirnya. Apakah Jalan Cihampelas menjadi lebih nyaman, apakah kemacetannya berkurang, apakah trotoarnya lebih baik, dan apakah Teras Cihampelas kembali hidup sebagai ruang publik,” katanya.

Achmad menilai revitalisasi Teras Cihampelas harus menjadi prioritas utama pemerintah provinsi. Menurutnya, fasilitas yang sempat menjadi ikon wisata Kota Bandung itu kini kehilangan daya tarik akibat minimnya aktivitas, kurangnya pemeliharaan, hingga banyaknya fasilitas yang mengalami kerusakan.

“Teras Cihampelas pernah menjadi simbol inovasi ruang publik Kota Bandung. Sayangnya, dalam beberapa tahun terakhir kondisinya justru memprihatinkan. Jika sekarang sudah berada di bawah kewenangan provinsi, maka ini menjadi kesempatan untuk menghidupkannya kembali dengan konsep yang lebih relevan terhadap kebutuhan masyarakat dan wisatawan,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar revitalisasi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi dibarengi dengan penataan pedagang, penguatan sektor ekonomi kreatif, penyelenggaraan kegiatan publik, hingga peningkatan keamanan dan kebersihan kawasan.

0 Komentar