Baru 56 Persen, BPS Sisir Kawasan Tekstil Cigondewah

Baru 56 Persen, BPS Sisir Kawasan Tekstil Cigondewah
Transformasi : Petugas Sensus Ekonomi Imas Sukartini tengah mendata pedagang Kain Cigondewah yang tengah jualan Live Streaming, Rabu (22/7). (Hendrik/JE)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung kebut pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, salah satunya menyisir simpul-simpul sentra ekonomi masyarakat.

Seperti yang dilakukan Rabu (22/7), BPS menggeruduk Kawasan Tekstil Cigondewah (KTC).

Setidaknya lebih dari lima petugas diterjunkan dalam kesempatan itu. Petugas kemudian mendatangi satu persatu pelaku usaha kain yang ada di kawasan tersebut.

Petugas menanyakan sejumlah data terkait sensus itu. Mulai dari soal identas, NIB hingga geliat pendapatan.

Baca Juga:Perpres Ojol Masuk Tahap Final, Pengemudi Bakal Diakui sebagai Pelaku UMKMDorong Ekonomi Kreatif Daerah, Tenun Siap Tembus Pasar Global 

Kepala BPS Kota Bandung Nevi Hendri menjelaskan, proses sensus ekonomi masih berlangsung. Petugas juga terus bergerak ke unit usaha maupun rumah tangga yang ada di Kota Bandung.

“Sekarang itu sekitar 56 persen ya, kami juga masih terus bergerak,” katanya.

Nevi melanjutkan, sentra-sentra usaha memang menjadi salah satu sasaran karena sentra itu menjadi tempat para pelaku usaha berkumpul.

Selain KTC, beberapa sentra usaha di Kota Bandung juga telah didatangi. Misalnya Sentra Industri Tahu Cibuntu ataupun kawasan usaha sepatu Cibaduyut. Termasuk beberapa pasar tradisional.

“Harapannya kami bisa tuntas tepat waktu. Kami harap masyarakat juga mau menerima dengan senang hati ketika didatangi petugas Sensus, ” cetusnya.

Sensus Ekonomi di Kota Bandung masih akan berlangsung hingga 31 Agustus nanti, total sekitar 1,2 juta pelaku usaha maupun rumah tangga yang menjadi sasaran.

Sementara itu, BPS Kota Bandung menerjunkan 1.909 petugas untuk menyisir simpul-simpul ekonomi itu. Petugas beredar hingga ke penjuru rumah tangga di Kota Bandung. (son)

0 Komentar