oleh

Kondisi Tanah di Wilayah KBB Belum Stabil

bandungekspres.co.id, NGAMPRAH – Hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Bandung Barat mengakibatkan retakan baru sepanjang 20 meter di samping Jalan Raya Cipatat-Cianjur tepatnya di Kampung Tagog Munding RT 03/08, Desa Citatah Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Selain mengancam rumah warga, retakan yang baru juga kembali mengancam terputusnya jalan nasional, Bandung-Cianjur. Pergerakan tanah terjadi akibat tidak stabilnya kondisi tanah yang ditambah dengan tingginya intensitas hujan belakangan ini.

Baca Juga:  Mendag Sebut Teknologi Sebagai Kunci Sukses UMKM

Pantauan di lokasi kemarin, sejumlah rumah yang terkena dampak oleh pergerakan tanah sebelumnya, telah diratakan dengan tanah, sementara dua rumah terdampak lainnya masih tampak dibiarkan berdiri. Retakan tanah baru dengan panjang kurang lebih 20 meter tampak mengarah ke rumah warga. Di lokasi juga tampak telah dibatasi garis polisi dengan papan bertuliskan ’Hati-Hati Ada Longsoran’.

Ahmad Kosasih, 56, salah seorang warga yang rumahnya terkena dampak, mengatakan, kondisi tanah di lokasi retakan saat ini masih belum stabil. Tingginya intensitas hujan akhir-akhir ini telah menimbulkan retakan baru kurang lebih sepanjang 20 meter. Retakan tersebut bahkan kembali mengancam rumah warga. ’’Munculnya retakan baru akibat tingginya curah hujan. Tembok selokan yang tersisa di lokasi pergerakan tanah sebelumnya kembali bergeser sehingga air mulai kembali mengikis tanah, bahkan ada tanah yang kelihatan mulai anjlok turun ke bawah,’’ terangnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga