oleh

Tokoh Pertanyakan Konsep Cimahi Cyber City

bandungekspres.co.id, CIMAHI – Konsep pengembangan Cimahi Cyber City yang pernah digembargemborkan pemerintah Kota Cimahi menuai sorotan elemen masyarakat. Pasalnya, konsep tersebut masih belum cocok dengan situasi dan kondisi masyarakat di wilayah ini.

Tokoh masyarakat Cimahi, Jalaludin Sayuti mengungkapkan, mayoritas masyarakat Cimahi masih belum paham apa yang dinamakan Cyber City tersebut. ”Saya masih belum mengerti maksud dari kota animasi yang digembor-gemborkan, apakah berpengaruh secara langsung dengan masyarakat banyak atau tidak ?,” ungkapnya, kemarin.

Baca Juga:  ePaper Jabar Ekspres Edisi Selasa, 12 Mei 2021

Tak hanya itu, Jalal pun mempertanyakan kontribusi bagi pendapatan daerah yang dihasilkan dari konsep dan kegiatan animasi. ”Sebaiknya, pengembangan kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan yang dilakukan seharusnya bisa menyentuh masyarakatnya secara luas, jangan hanya untuk segelintir orang saja. Masyarakat masih banyak yang kurang mengerti dengan pengembangan dunia animasi itu apa,” jelasnya.

Menurut Jalaludin, bahwa kegiatan pemerintahan tidak hanya sebatas seremonial semata, peresmian atau bicara konsep yang sudah digulirkan pihak lain, tetapi bagaimana bisa membuat konsep kegiatan pembangunan yang menjadi solusi pemecahan kota agar lebih baik.

Baca Juga:  Jelang PTM di Cimahi, Begini Persiapan Pondok Pesantren Miftahul Huda

Hal senada disampaikan Dedi, tokoh pemuda Kota Cimahi. Pegiat dan aktivitas keagamaan ini  menuturkan, program pengembangan usaha kecil menengah yang sering didengungkan pun masih belum memberikan perkembangan yang berarti. Bahkan, pelaku UKM masih belum mendapatkan pelayanan yang baik. Contohnya, saat pembuatan sertifikat Hak Akan Kekayaan Intekektual yang di tempat lain gratis, ternyata masih ada pungutan oleh oknum tertentu. ”Ini mwerupakan salah satu bukti jika keberpihakan terhadap UKM masih belum maksimal,” jelasnya. (bun/asp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga