oleh

Revisi Premi Peserta Mandiri

bandungekspres.co.id – Terpaan kritik atas kenaikan iuran premi Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bagi peserta mandiri membuat pemerintah mengubah kebijakan. Khusus untuk peserta kelas III, rencana kenaikan iurannya dibatalkan. Sedangkan bagi peserta kelas I dan II tetap dibebani kenaikan iuran premi.

grafis-bpjs_Jawa-Pos bandungekspresSekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pembatalan itu akan diatur dalam Peraturan Presiden (perpres) baru. ’’Presiden memutuskan untuk dikembalikan. Artinya, tetap diberlakukan untuk rakyat itu Rp 25.500,’’ ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin (31/3). Sebelumnya, iuran premi kelas III akan dinaikkan dari Rp 25.500 per bulan menjadi Rp 30.000.

Pramono menuturkan, penetapan iuran BPJS sebelumnya telah didasarkan pada masukan dari Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN). Namun, kemudian ada reaksi dan masukan dari masyarakat, DPR, dan pemangku kepentingan lainnya. Akhirnya, kenaikan tersebut diputuskan untuk dibatalkan.

Pemerintah juga memutuskan bahwa pasien peserta BPJS Kesehatan kelas III juga bisa dirawat di kelas I. Sebelumnya, peserta kelas III tidak akan bisa mendapatkan pelayanan kelas I. ’’Jadi iuran kelas III, namun dalam perjalanan ketika dia sakit memerlukan perawatan kelas I, sekarang diperbolehkan,’’ tambahnya.

Kepala Humas BPJS Kesehatan Irfan Humaidi mengatakan, pembatalan rencana kenaikan itu berlaku untuk kelompok pekerja bukan penerima upah (PBPU) atau biasa disebut sebagai peserta mandiri. Kelompok jenis ini kepesertaan BPJS-nya bukan dibiayai negara (penerima bantuan iuran/PBI) atau pekerja penerima upah (kepesertaan didaftarkan kantor/pemberi kerja).

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga