Berdasar pantauan Jawa Pos (induk Bandung Ekspres), para sopir angkot tersebut sempat memutari Monas di Jalan Merdeka Selatan. Angkot berwarna merah itu pun memacu kecepatan cukup cepat. Hal itu membuat petugas tak bisa lengah.
Petugas dari Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI mengawasi aksi mereka di beberapa titik vital. Diantaranya mengatur kendaraan masuk ke dalam halaman Monas.
Menjelang sore hari sekitar pukul 15.00, Monas tidak lagi didominasi warna merah. Kali ini, halaman Monas berubah menjadi biru. Hal itu lantaran, dominasi Taksi Blue Bird, Kobagas, dan Taksi Express Group. ”Sudah dari subuh kami jalan ke sini,” ujar Rajoko, 44, salah satu sopir Taksi Express Group.
Baca Juga:Sriwijaya FC-Mitra Kukar Puas Main ImbangPS TNI Bikin PBFC Angkat Koper
Taksi berwarna putih yang dikendarainya itu sempat mendapat rintangan saat menuju Monas. Rajoko menjelaskan hal itu dia alami bersama kelima rekannya ketika berangkat dari Bekasi. Saat berada di Jalan Gerbang Pemuda, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Tepatnya berada persis di depan kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga mereka dihadang. ”Kami dari DPR, disuruh pindah ke Monas, pas lewat situ, malah dirusak,” ujar Rajoko.
Sang sopir, Kasiyadi, 55, tidak menyangka taksinya bernomer polisi B 1812 KTB bakal dihentikan. Saat melakukan manuver putar balik, sekolompok pengojek online, menghentikan laju kendaraannya. Dengan tangan kosong, pengojek memukul kaca depan sebelah kiri, yang mengakibatkan kacah pecah. ”Seluruh bodi mobil juga ditendangi ramai-ramai,” kata pemudi taksi bernomer bodi BD 6150 itu. Meskipun perjalanan menuju Monas sempat terganggu, akhir mereka sampai dengan selamat.
Ribuan sopir yang berada di Monas pun kerap membicarakan isu-isu yang berkembang. Terutama terkait dengan perkembangan informasi terbaru aksi-aksi anarkis yang terjadi. Bahkan, sedikit provokasi saja, bisa membuat mereka tersulut. Misalnya saja, saat ada kelompok pengojek online yang tiba di luar gebang Monas. Sopir yang berada di Monas pun sempat menghampiri mereka.
Barikade mobil yang dibuat petugas cukup membuat suasana kondusif. Belum lagi, aksi yang dilakukan sekelompok pengojek online itu, berada di luar pagar. Kondisi tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. ”Harusnya kayak gini gak perlu terjadi, kami kan sama-sama orang kecil yang cari makan,” ujar Adi Jumadi, 39, salah seorang pengemudi Bajaj Gas meyesalkan peristiwa anarkisme yang ada.
