oleh

Komunitas Langit Selatan Menyambut Gerhana Matahari Total

Siapkan Kacamata Mirip Topeng Bali untuk Warga Maba

Langit Selatan memilih Maba karena merupakan lokasi terbaik mengamati gerhana. Berharap bisa menumbuhkan komunitas astronomi di sana lewat edukasi ke sekolah.

DHIMAS GINANJAR, Ternate

JARUM jam masih menunjuk pukul 08.20 WIT. Tapi, udara sudah sedemikian terik saat 13 astronom itu tiba di Bandar Udara Sultan Babullah, Ternate, Sabtu (5/3).

Mereka adalah tim ekspedisi gerhana matahari total (GMT) Langit Selatan. Dalam payungan terik matahari Maluku Utara, 13 astronom tersebut bergegas bergerak. Segunung peralatan untuk mengamati fenomena alam langka yang akan terjadi pada Rabu (9/3) itu segera dicek.

Terlihat dalam tumpukan troli, beberapa koper plastik tebal berwarna merah, hitam, maupun cokelat. Tempat penyimpanan yang diberi label Tim Ekspedisi Langit Selatan tersebut berisi peralatan seperti teleskop.

Rencananya, mereka melakukan pengamatan di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara. ”Maba tempat terbaik untuk melakukan pengamatan,” kata Avivah Yamani, astronom yang juga pendiri Langit Selatan

Sebab, terang Avivah, saat GMT terjadi, mereka berada di tengah jalur. Itulah sebabnya, waktu yang dimiliki untuk melakukan pengamatan jadi lebih lama, yakni 3 menit 17 detik.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga