Percepat Jalan Tol Sumatera, Pemerintah Siapkan 3 Pos Dana Pembebasan Lahan

JTTS
PROYEK BESAR: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) bergerak cepat untuk menggenjot pembangunanJalan Tol Trans Sumatera(JTTS).
0 Komentar

bandungekspres.co.id– Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) bergerak cepat untuk menggenjot pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang kini tersendat pendanaan pembebasan lahan.

Terlebih, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang turun untuk kelima kalinya ke Lampung itu menargetkan tol sepanjang 7 km di Desa Sabah Balau, Lampung Selatan (Lamsel) selesai Maret 2016 ini. Sehingga ruas jalan Sutami-Sabahbalau-Kotabaru atau sebaliknya bisa digunakan pada arus mudik Lebaran 2016 ini.

Pelaksana tugas (Plt) Kepalabadan pengatur jalan tol (BPJT) Kemenpu-pera, Herry Trisaputra Zuna mengatakan pencairan dana percepatan pembebasan lahan jalan tol sumetera di Sabah Balau terus diupayakan.

Baca Juga:Dorong Pemaksimalan Pemasaran Produk UKMDPR Tolak Deponering Kasus Samad dan BW

”Dana kita siapkan. Kita usahakan Maret bisa dicarikan sesuai target presiden,” ujar dia kepada JawaPos.com, Minggu (14/2).

Herry menjelaskan pemerintah telah menyiapkan dana senilai Rp 2,2 Triliun untuk membebaskan seluruh lahan di ruas tol Trans Sumatera sepanjang 800-900 km.

”Itu belum termasuk 4 ruas yang baru seperti Palembang-Tanjung api-api, kayu agung, Bakauheni-Terbanggi Besar, Pematang Panggang-Kayu Agung dan Kisaran-Tebing Tinggi,” sebut dia.

Sedangkan pembebasan lahan di Lampung, dana tambahan senilai Rp 1,2 Triliun. Sejauh ini, Herry menuturkan dana tambahan tersebar di tiga pos skema pengganggaran pengadaan lahan tol.

Pertama, APBN/APBN-P (anggaran pendapatan belanja negara) karena penyedia lahan tol tanggung jawab pemerintah. ”Tetapi APBN kita ini terbatas,””ucap dia.

Kedua, skema Badan Layanan Umum (BLU). Menurut Herry, skema pembiayaan BLU ini perjanjiannya untuk pengaggaran pengadaan lahan tol trans Jawa.

Terakhir dana talangan, pemerintah mengupayakan investor mengerjakan proyek terlebih dahulu memberi talangan sebelum diganti pemerintah. Hal itu diusahakan agar pencairan dana lahan tol sumatera lebih cepat dari yang ditargetkan mantan Gubernur DKI Jakarta.”Minggu ini, kita akan bicarakan dengan badan usaha yatu Hutama Karya untuk dana talangan,” tandas dia. (hyt/jpg/asp)

0 Komentar