oleh

Ngerumpi Didenda Rp 300 Ribu, Jemur Pakaian Rp 150 Ribu

Kamumu, Desa di Sulawesi Tengah dengan Beragam Aturan ”Orisinal”

Agar tertib dan indah, penduduk Desa Kamumu dilarang ngerumpi, jemur pakaian di pagar, dan bertelanjang dada. Mengonsumsi alkohol juga verboden pada hari-hari tertentu. Lancar kendati tak ada badan pengawas khusus.

FAJRI RAHMADHANI, Luwuk

TAUFIK BASRI/LUWUK POST   PATUH: Warga Desa Kamumu saat bersama wartawan koran ini Selasa (19/1) lalu. Mereka mengaku nyaman dengan perdes yang diterapkan aparat desa setempat.
TAUFIK BASRI/LUWUK POST
PATUH: Warga Desa Kamumu saat bersama wartawan koran ini Selasa (19/1) lalu. Mereka mengaku nyaman dengan perdes yang diterapkan aparat desa setempat.

ANDA doyan ngerumpi? Atau gampang sekali lepas baju atas, entah karena sumuk atau dengan maksud pamer ”bodi pekerti” yang six-pack? Kalau termasuk salah satu kategori tersebut, apalagi dua-duanya, jangan pernah punya keinginan mampir ke Desa Kamumu

Kalau nekat, ya siap-siap saja bawa uang tunai dalam jumlah besar. Sebab, sekali Anda mulai rasan-rasan, ”Eh, pak anu itu kok tampangnya…,” langsung saja priiit: bayar Rp 300 ribu!

Begitu Anda merasa bahwa cuaca desa yang terletak di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, itu teramat terik dan hendak mencari semilir angin sembari melepas kaus, priiit: setor Rp 50 ribu!

Begitulah cara desa yang dipimpin Wiliam Monggesang itu menjaga ketertiban, kerapian, dan keindahan. Lewat beragam aturan ”orisinal” yang bakal sulit ditemui di desa lain. Tak cuma di seputaran Luwuk atau Sulawesi Tengah, mungkin juga Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga