’’Saya waktu itu mayoritas mendapat kesempatan main di tiga menit terakhir menjelang bubaran. Bahkan, pernah diturunkan saat sudah memasuki injury time,’’ ucap Andik mengenang masa-masa awalnya dengan Selangor FA.
Bahkan, Andik sempat memiliki anggapan bahwa cedera yang didapatnya di SEA Games 2013 adalah biang dari kondisinya saat itu. Andik beranggapan bahwa karirnya yang baru memasuki usia 22 tahun telah tamat dengan minimnya kesempatan bermain.
Namun, hal tersebut tidak lantas membuat pria kelahiran 1991 tersebut patah arang. Dukungan penuh dari rekan-rekan setim dan semangat penuh untuk mereguk sukses membuat Andik bisa bangkit.
Baca Juga:Van Gaal Punya Visi BagusMinta Jalankan Revolusi Pancasila
Malaysia yang mayoritas dihuni umat muslim juga memiliki andil bagi proses adaptasi Andik. Rekan setim kerap mengajak untuk melaksanakan salat berjamaah saat pertandingan dilakukan di waktu sebelum atau sesudah laga usai.
Beberapa pemain asing yang membela Selangor FA juga menghargai suasana Islami dalam tim. Mereka sangat menghargai di setiap ada penggawa Selangor FA yang hendak melakukan salat di saat sebelum, jeda, atau setelah pertandingan.
’’Saya paling terkesan saat mereka (para pemain asing) rela mematikan musik yang disetel saat kami hendak beribadah. Toleransi beragamanya sangat bagus. Itu yang membuat saya betah,’’ tuturnya.
Selain itu, hang-out bersama-sama di kala senggang juga mempunyai andil besar dalam menjalin kerekatan sesama penggawa Selangor FA. ’’Rumah saya dekat stadion. Jadi, teman-teman sering mengajak keluar hanya untuk sekadar ngopi di kedai dekat rumah,’’ tambahnya.
Bukan hanya dari segi teknis yang sempat membuat Andik merasa susah menyesuaikan diri. Unsur sentimental antara Indonesia dan Malaysia yang merupakan rival di lapangan hijau sempat membuat Andik waswas kala tawaran dari Selangor FA mampir.
Ternyata, itu tidak terbukti saat Andik memutuskan hijrah ke Selangor FA. Sambutan fans Gergasi Merah – julukan Selangor FA – begitu hangat. Andik bisa diterima dengan baik.
’’Proses adaptasi yang menurut saya sulit, itu membuat kontrak yang awalnya untuk dua tahun hanya saya setujui satu tahun. Saya ingin menjajal dulu atmosfer di sana (Selangor FA, Red),’’ imbuh pemilik nomor 7 di Selangor FA tersebut.
