”Sehingga, kemungkinan adanya pilot dan kru pesawat yang kecanduan menerbangkan pesawat terbang menjadi lebih kecil,” ujarnya.
Bahkan, rencananya aturan yang lebih ketat untuk mendeteksi kemungkinan pilot dan kru menggunakan narkotika juga akan diterapkan. Yakni, maksapai penerbangan akan secara berkala memeriksa pilot dan kru. Pemeriksaan itu berupa tes darah, urine dan rambut. Setidaknya pemeriksaan dilakukan dua jam sebelum terbang.
”Kalau tes rambut sudah tidak mungkin dikelabui. Aturan ini untuk semua maskapai penerbangan ya,” tegasnya.
Baca Juga:Jalan Mulus Dadang M. Naser ke Soreang 1Ayah Pricilia Emosi
Dia menegaskan, BNN tidak ingin masyarakat menjadi korban atas penyalahgunaan narkotika. Apalagi, masyarakat yang sama sekali tidak ada hubungannya bisa menjadi korban karena penggunaan narkotika dari oknum maskapai. ”Kami ingin keamanan penerbangan tidak terancam oleh narkotika,” ujarnya.
Informasi yang didapat Jawa Pos (induk Bandung Ekspres), maskapai penerbangan itu merupakan Lion Air, terkait hal tersebut, Budi enggan menyebutkan. Baginya, kasus tersebut merupakan kesalahan dari oknum maskapai tersebut. ”Kalau maskapainya sejauh ini belum terlibat, jadi saya tidak bisa sebut namanya,” tuturnya.
Sementara itu, kepala BNN Banten Kombespol Heru Februanto menuturkan, ketiga pegawai maskapai itu ditangkap Sabtu (19/12), beberapa jam setelah membawa pesawat dari satu daerah ke daerah yang lain. ”Yang pasti, mereka baru saja selesai bekerja,” ujarnya.
Saat mereka ditangkap, keempatnya berada dalam satu kamar yang sama di sebuah apartemen. Sesuai keterangan dari pramugara dan pramugari, keduanya memang sedang berpacaran. ”Untuk pilotnya dan ibu rumah tangga ini bukan suami istri ya,” jelasnya.
Lalu siapa ibu rumah tangga berinisial NM tersebut? Dia menuturkan bahwa pihaknya sedang mengembangkannya. Petunjuknya, ibu rumah tangga ini kemungkinan yang bisa membawa arah kasus ini mengungkap kasus yang lebih besar. ”Ya, itu saja petunjuknya. Nanti takutnya malah ada yang kabur,” paparnya.
Perlu diketahui, status pilot yang kedapat menggunakan ganja itu memang sedang training. Tapi, dia pilot berpengalaman yang status training-nya karena baru sebulan bekerja di maskapai yang saat ini. ”Dia juga training karena menggunakan jenis pesawat yang berbeda. Bukan pilot baru ya,” tuturnya.
