Buwas menambahkan, BNN tidak berhenti hanya menganggap ketiga kru pesawat itu adalah murni pengguna. Kasus ini akan dikembangkan kearah kemungkinan adanya penyelundupan yang dilakukan oleh ketiga kru. ”Ini tergantung fakta dan pemeriksaan saksi ya,” jelasnya.
Sebab, bisa jadi ketiganya menjadi anggota dari mafia peredaran narkotika. Mengingat, pilot dan kru mendapatkan jalur khusus di bandara. Jalur khusus itu bisa jadi pengawasannya jauh lebih longgar dari pada penumpang. ”Mereka bisa saja membawa narkotika saat terbang. Kami akan periksa kemungkinan itu,” tegasnya.
Apakah di dalam pesawat ada kemungkinan tempat untuk menyembunyikan narkotika? Dia mengaku tidak mengetahuinya. Namun, semua itu akan dikejar hingga tuntas. ”Kalau ada indikasinya, tentu harus diungkapkan,” ujarnya.
Baca Juga:Jalan Mulus Dadang M. Naser ke Soreang 1Ayah Pricilia Emosi
Sebelumnya, sudah berulang kali pilot dan kru pesawat kedapatan menggunakan narkotika. Setidaknya ada tiga kasus pesta narkotika yang melibatkan pilot dan krunya, yakni pilot Lion Air M Nasri dan co-pilot Husni Thamrin dan Imron di Tangerang. Lalu, pilot Lion Air lainnya, bernama Syaiful Salam di Surabaya dan Kopilot Garuda yang kedapatan menggunakan narkotika saat tes urine di Sulawesi selatan dan terakhir.
Sementara itu, kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suparti membenarkan bila pihaknya melakukan tes urine kepada pilot dan pramugari. Tes itu dilakukan di Terminal T1 Bandara Juanda.
”Ada 30 orang pilot dan pramugari yang menjalani tes tersebut,” beber Suparti. Dia menerangkan, bila pemrakarsa tes tersebut adalah Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pihak Kemenhub juga mendatangkan dokter sendiri.
Lembaga antimadat itu hanya menjalankan teknis pengambilan sampel urine. ”Tesnya seminggu lalu, kami cuma diminta untuk mengambil urine. Proses selanjutnya ditangani Kemenhub,” jelasnya.
Mantan Kassubaghumas Polrestabes Surabaya itu menambahkan, tes tersebut diikuti oleh beragam maskapai. Begitu BNNK tiba, mereka langsung menyiapkan peralatan. Selanjutnya para pilot dan pramugari yang landing di Kota Pahlawan digiring oleh petugas bandara. ”Mereka (pilot dan pramugari) dibawa naik ke lantai dua tempat tes urine berlangsung,” imbuh Suparti.
Pelaksanaan tes urine itu sendiri tidak hanya dilakukan di Bandara Juanda. Ada enam tempat publik lain yang sengaja disasar Kemenhub untuk mencari pengguna narkoba. ”Dilakukan di Stasiun Gubeng, Terminal Purabaya, Pelabuhan Tanjung Perak. Sisanya di tempat-tempat diklat,” tutur perwira polisi dengan dua melati di pundak tersebut.
