bandungekspres.co.id– Seluruh pegawai negeri sipil (PNS) diminta untuk membangun kedisiplinan dalam bekerja. Pasalnya, kinerja PNS di lingkungan Pemerintahan Kota Bandung bakal dipantau masyarakat lewat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP).
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, mengatakan, warga bisa nilai seluruh PNS yang ada di Kota Bandung, yang bila miliki nilai 80, akan masuk ke zona integritas. ’’Peningkatan kedisiplinan PNS di Kota Bandung sebagai upaya membangun mimpi dalam melayani publik yang baik kepada masyarakat,” kata pria yang akrab disapa Emil, kemarin.
Emil memaparkan, pihaknya saat ini sudah memiliki aplikasi Sistem Informasi Penilaian (SIP) dalam monitor kinerja lurah dan camat di Kota Bandung. Tak cuma itu, ada juga aplikasi sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) daring yang saat ini merupakan pelayanan publik yang cukup baik kepada masyarakat. ’’Dulu jual beli bangku bisa sampai Rp 26 miliar per tahun, namun saat ini diminimalisi dengan pemberlakuan PPDB secara daring,” ujarnya.
Baca Juga:Okupansi Meroket hingga 90 PersenSosialisasi Pasar Lelang dan Sistem Resi Gudang
Hal senada dilontarkan Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto. Saat ini, Pemkot Bandung berkomitmen memberantas korupsi di tatanan pemerintahan dengan meluncurkan zona integritas, dan merupakan salah satu upaya menekan angka korupsi. ’’Gerakan pemberantasan korupsi harus dimulai dari diri sendiri. Kami sepakat jika pencanangan zona integritas ini bukan wacana belaka, tapi harus bersatu untuk pemberantasan korupsi,” imbuhnya.
Yossi menjelaskan, kesungguhan Kota Bandung untuk memberantas korupsi di setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) secara masif ditunjukkan dengan cara melakukan cap tangan anti korupsi juga menandatangani kesepakatan. Selain itu, beberapa perubahan di SKPD sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu antara lain penataan SDM, penguatan akuntabilitas, peningkatan pelayanan publik, serta lainnya. ’’Ini merupakan komitmen kuat kami untuk melakukan integritas yang terbuka kepada publik secara transparan,” jelas Yossi. (dn/vil)
