Rakyat Kesal Pada MKD

SETNOV
WAHYUDIN/JAWAPOS
RESEPSI MEWAH SETNOV: Setya Novanto (kiri) bersama keluarga besar saat akan melakukan foto keluarga di sela - sela resepsi pernikahan anaknya di Hotel Mulia Jakarta, kemarin (4/12).
0 Komentar

Ketika hari pertama, masih ada 10 orang anggota MKD yang meminta agar rekaman dibuka. Ternyata, saat sidang ada perubahan besar. Sebagian besar anggota MKD menyudutkan Maruf. ”Jangan-jangan nanti ketika voting Setya Novanto melanggar kode etik atau tidak, jawabannya adalah tidak,” tambahnya.

Terpisah, Wakil Ketua MKD Junimart Girsang menyatakan pihaknya bakal segera membentuk panel untuk memutus perkara papa minta saham itu. Dengan catatan, MKD sudah mendapati kesimpulan bahwa Setnov memang melakukan pelanggaran berat. ”Keputusanya nanti kami akan membentuk panel, bukan berupa sanksi,” terangnya.

Menurut dia, sistem panel sudan pernah dilakukan oleh MKD dalam memutus perkara. Empat orang panel dari luar, dan tiga orang dari MKD. Hal itu pula yang nantinya akan diterapkan pada kasus Setnov. Disinggung mengenai keterangan Maruf, Junimart tidak banyak berkomentar. Yang jelas, lanjut dia, Maruf hanya memberikan keterangan.

Baca Juga:Terapkan Pola Menjadi ”Mata–Mata”Kirim Bilik dan Kotak Suara ke PPS

Hingga saat ini, tambah Junimart, MKD belum mengambil kesimpulan apapun soal Setnov. ”Kami kan masih mengambil keterangan,” ucapnya. Rencananya, Setnov bakal dipanggil Senin depan (7/12) untuk memberikan keterangan. Pemberitahuannya sudah dilayangkan kemarin. ”Kami lihat perkembangan, setelah pak Novanto, baru kami rapat lagi,” tambahnya.

Sementara itu, resepsi pernikahan putri Setya Novanto (Setnov), Dwina Michaela, di Grand Ballroom Hotel Mulia, Jakarta, tadi malam (4/12), tetap berlangsung meriah. Meski dihelat ditengah terpaan kasus rekaman seputar Freeport yang menyeret Setya Novanto, ribuan tamu undangan tetap mengalir.

Selain para politisi, sejumlah pejabat negara juga tampak hadir. Diantaranya, Menko Polhukam Luhut Pandjaitan, Menhan Ryamizard Ryacudu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Sofyan Djalil, anggota BPK Rizal Djalil, dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla yang turut diundang, memilih absen. Khusus untuk presiden, hanya terlihat karangan bunga dari orang nomor satu di negeri ini tersebut. Di keterangan pengirim tidak dicantumkan status sebagai presiden, melainkan hanya disebutkan dari Jokowi dan keluarga.

Di barisan politikus, selain para anggota DPR dan rekan sejawat Setnov di Partai Golkar, sejumlah petinggi partai yang selama ini tergabung di KIH juga terlihat. Di antaranya, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto dan Ketua Umum PPP (Muktamar Surabaya) M. Romahurmuziy. Tampak juga politisi PDIP Aria Bima di barisan terima tamu.

0 Komentar