Kendaraan tersebut juga digunakan para anggota TNI untuk berpatroli. Karena mereka kerap berpatroli dan mengantar tamu, di sepanjang area pulau yang seluas 14,19 kilometer persegi atau sekitar 1.400 hektare itu sudah terbentuk jalan setapak. ’’Ini (jalan) ya kami yang bentuk. Gara-gara kami tiap hari patroli dan antar tamu,’’ jelas pria asal Surabaya tersebut.
Namun, lanjut Kusman, tidak semua medan di Pulau Ndana bisa dilewati dengan Viar. Misalnya, jalan menuju danau air tawar, salah satunya danau merah. Wisatawan pun harus berjalan kaki. Perjalanan ke danau yang memang berwarna merah itu sedikit melelahkan karena medannya penuh semak belukar dan berbatu ditambah udara yang sangat panas. (*/c5/end/hen)
