Awas, Indonesia Jadi Target Teror ISIS

WNI tersebut ditahan dengan dugaan keterkaitan dengan organisasi teroris ISIS. Namun, saat ini investigasi masih terhambat persoalan identifikasi.

“Berdasarkan informasi pihak Imigrasi, KTP WNI tersebut bernama Abdullah Hasyim. Namun dia masuk ke Korea Selatan dengan nama Carsim. Karena itu, pihak kepolisian melakukan koordinasi dengan KBRI Seoul untuk mendalami nama sebenarnya dari WNI tersebut,” ungkapnya.

Dia menambahkan, WNI tersebut memang sudah berstatus tinggal di provinsi Chungcheong Selatan sejak 2007. KBRI pun mengaku tak mempunyai data dari pria yang mengaku berusia 32 tahun. Sebab, yang bersangkutan belum pernah berkunjung ke KBRI untuk lapor diri ataupun mengurus perpanjangan dokumen perjalanan.

Terkait penangkapan, KBRI Korea Selatan memang sudah diminta bekerjasama oleh pihak Imigrasi Korea Selatan sejak dua bulan yang lalu. Hal tersebut karena otoritas lokal mencurigai seorang WNI yang diduga merupakan simpatisan gerakan. Hal tersebut berdasarkan gambar-gambar yang dipajang di akun facebook miliknya.

“Gambar tersebut menampilkan tulisan dan bendera yang mengarah pada organisasi Jabhat Al-Nusra yang merupakan cabang organisasi Al-Qaida di Syria. (jon/jpnn/JPG)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan