Kota Bandung Gagal Masuk 5 Besar

Kota Bandung Gagal Masuk 5 Besar
0 Komentar

Sebaliknya, Kabupaten Cianjur (2,91), Kota Bekasi (2,97), Kota Cirebon (3,02) dan Kota Cimahi (3,03). ’’Aspek terakhir yaitu anggaran,’’ ujarnya.

Dalam aspek anggaran daerah-daerah yang memiliki skor tertinggi yaitu Kota Sukabumi (3,46), Kabupaten Purwakarta (3,40), Kota tasikmalaya (3,39), Kota Bogor (3,37), dan Kota Bandung (3,32), skor terendahnya dimiliki oleh Kabupaten Sumedang (2,56), Kabupaten Cianjur (2,82), Kabupaten Tasikmalaya (2,93), Kabupaten Subang (2,97) dan Kota Depok (2,97).

’’Secara umum indeks kepuasan responden tertinggi untuk aspek-aspek secara keseluruhan diraih oleh Kota Sukabumi dengan skor 100,00, Kabupaten Purwakarta dengan skor 93,71, Kota Tasikmalaya dengan skor 91,12, Kota Banjar dengan skor 87,99 dan Kota Bogor dengan skor 87,69,’’ paparnya.

Baca Juga:Gubernur Aher Minta Venue PON Tuntas sebelum JuniSalurkan Bakat Seni Pelajar

Sedangkan, menurutnya, daerah dengan indeks kepuasan rendah adalah Kabupaten Sumedang (10,08), Kabupaten Cianjur (15,21), Kota Cimahi (32,98), Kota Depok (37,27), dan Kabupaten Subang (45,17).

’’Nilai atau Indeks Kabupaten Pangandaran tidak diperbandingkan secara individual karena dianggap masih belum representatif, sebagai sebuah kabupaten karena belum memiliki kepala daerah melalui Pilkada,’’ ujarnya.

Toni menjelaskan, survei penilaian atas kinerja pemerintahan daerah di Provinsi Jawa barat dilakukan dengan menggunakan desain sampling Two-ways Stratification Sampling.

’’Strata ke-1 adalah kota/kabupaten yang diambil seluruhnya sebanyak 27 buah. Penentuan ukuran sampel pada strata ke-1 dilakukan secara proporsional dengan jumlah penduduk yang memiliki hak pilih pada Pilkada,’’ ujar Toni.

Kemudian, Strata ke-2 digunakan jenis pekerjaan yang pemilihannya dilakukan secara merata untuk setiap kelompok pekerjaan yang dibagi menjadi 8 kelompok.  Margin error yang dipergunakan adalah 2,0% dengan sampel minimum sebanyak 2.401 orang.

Penggalian data di lapangan dilaksanakan pada 15 sampai dengan 31 Oktober 2015. Dari lapangan terkumpul data yang diperoleh dari responden yang pada akhirnya valid untuk dianalisis sebanyak 2. 445 orang.

’’Responden yang berpartisipasi pada survei ini adalah 48,6 persen merupakan responden laki-laki. Lulusan SLTA dan sederajat sebanyak 40,8 persen, Sarjana 28,1 persen, Diploma 9.2 persen dan lulusan SLTP dan sederajat 9,3 persen,’’ ungkap Toni. (mg-dn/hen)

0 Komentar