Kabupaten Dalam Zona Merah

Pemangkasan Pohon
PANGKAS POHON: Petugas dari Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Bandung memangkas pohon di Jalan Sultan Agung, Kota Bandung, Selasa (10/11). Pemangkasan pohon dilakukan untuk mengantisipasi pohon tumbang akibat angin kencang dan hujan.
0 Komentar

Berdasarkan pantauan Bandung Ekspres di lokasi salah satu korban, Pujiawan beserta keluarganya tampak beraktivitas membereskan barang-barangnya. Tampak rumah permanen berukuran delapan kali empat memeter miliknya bolong tidak beratap. Selain itu, banyak harta benda miliknya yang diamankan di luar rumah.

Menurut Pujiawan dirinya sempat menahan pintu rumah selama kurang lebih setengah jam dibantu oleh anak keduanya. ”Saya dengar suara gemuruh, keliatan asap dari luar trus angin neken pintu kenceng banget muter kayak puting beliung,” ujar Pujiawan di rumahnya kemarin.

Pujiawan mengaku, waktu kejadian dirinya bersama istri dan keempat anaknya sedang berada di rumah. Semula hujan turun kecil namun lama kelamaan hujan semakin deras disertai halilintar juga angin kencang mulai turun.

Baca Juga:Terima Penghargaan Transgender, Begini Isi Pidato CaitlynMasih Jomblo? Nih Ada Tips dari Raditya Dika, Dijamin Ampuh

Saat menahan pintu, Pujiawan tak menyangka jika besarnya hembusan angin akan mengakibatkan atap rumahnya terbang. ”Saya dengan bunyi asbes bunyi traak..trek..traak..trek, lalu terbang sama kayu rumahnya,” tuturnya.

Untuk sementara, Pujiawan beserta keluarganya tinggal di sekolah MI Abdul Malik yang tak jauh dari rumahnya. Dia dan keempat anaknya tinggal sementara di ruang bekas kantor sekolah berukuran tiga kali empat meter persegi setelah mendapat izin dari pihak sekolah.

Sekretaris Desa Laksanamekar Hendi Darmana mengatakan pihaknya sudah turun langsung ke tempat kejadian. Dan pihaknya juga sudah memberikan bantuan langsung kepada korban berupa material bangunan sebagai pengganti. ”Alokasi khusus untuk kejadian seperti itu kita tidak ada jadi kita memanfaatkan swadaya masyarakat dan pengusaha sekitar,” tutur Hendi.

Hendi menjelaskan dana yang digunakan berasal dari swadaya masyarakat dan pengusaha yang ada di desa Laksanamekar. Ada beberapa pengusaha yang memberikan material bangunan seperti semen, kayu dan asbes. Dan pihaknya juga sudah melaporkan kejadian tersebut ke pihak-pihak terkait seperti kecamatan dan Pemda.

”Langkah dari pemerintah desa secara kewenangan kita sudah melaporkan ke Kecamatan dan ke Pemda melalui BPBD. Untuk tindakan selanjutnya itu kewenangan mereka, yang penting kita sudah melaporkan,” kata Hendi.

Dia menambahkan, kejadian angin puting beliung bermula di Cibeber perbatasan Cimahi. Lalu maju ke Laksanamekar dan terakhir di Cimareme.

0 Komentar