[tie_list type=”minus”]Rekapitulasi Kebakaran Selama Sembilan Bulan[/tie_list]
SOREANG – Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Pemadam Kebakaran Wilayah satu Soreang mencatat sebanyak 101 kejadian kebakaran selama sembilan bulan terakhir. Insiden itu mulai dari kebakaran alang-alang hingga kebakaran rumah tinggal dengan kerugian material mencapai miliaran rupiah.
Kepala Dinas Perumahan, Tata Wilayah dan Kebersihan kabupaten Bandung Erwin didampingi UPTD Damkar Wilayah satu Soreang Hendi Kurniawan mengatakan, tren peristiwa kebakaran tersebut naik tinggi selama 2015 sejak Juni hingga September.
Baca Juga:JNE Bandung Utama Pasang Target JuaraLa Pulga Terancam Penjara
”Peristiwa kebakaran yang paling parah itu terjadi mulai Juni hingga September atau selama musim kemarau tiba. Bahkan selama empat bukan itu kejadian sebulan bisa antara 15-22 kejadian di wilayah satu Soreang. Belum lagi kejadian di wilayah dua dan tiga, yakni UPTD Ciparay dan Cicalengka,” tutur Erwin kemarin.
Dijelaskannya, tiap insiden kebakaran besar, pihak damkar Soreang selalu berkoordinasi dengan damkar yang ada di kabupaten dan kota terdekat. Hal tersebut dilakukan seiring dengan adanya pencanangan kerjasama pencegahan dan penanggulangan bencana antar kepala daerah perbatasan. Untuk itu, pihaknya selalu mengoptimalkan kerjasama itu agar insiden kebakaran dapat ditanggulangi bersama dengan melakukan kerja sama yang baik.
”Selama ini kita selalu mengerahkan kekuatan kita kalau kebakaran besar. Misalnya kebakaran yang terjadi di kecamatan Margaasih yang terbilang besar, kami kerja sama dengan damkar di kota Cimahi, KBB dan kota Bandung. Di musibah ini terdapat 10-15 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengantisipasi kebakaran yang lebih meluas dan merenggut harta benda yang lebih besar,” tambah kepala UPTD Damkar Hendi.
Dari sisi teknis, kesulitan menaklukkan api yang dialami petugas pemadan kebakaran kerap kali terjadi. Saat terjadi kebakaran di Kampung Cimonce Desa Sukajadi kecaatan Soreang, merupakan lokasi kebakaran yang sulit di jangkau tim Damkar. Pasalnya selain jalannya menuju pegunungan dan bukit juga terjal. Sehingga tim damkar terpaksa hanya melakukan pemadaman dengann menggunakan kendaraan kecil.