89 Orang Masih Hilang

Suparno terbangun dengan tumpukan es di dadanya, bibirnya pecah-pecah, beberapa bagian tubuhnya lebam. Pria berusia 59 tahun itu berusaha mencari Dahlia. Tak hanya istri tiga rekannya satu pondokan juga tidak kembali. Hingga hari kelima ibu enam anak berusia 46 tahun itu baru ditemukan. ’’Paling ingat senyumnya. Orangnya tidak pernah marah,’’ kata Suparno perlahan, mencoba untuk tegar dan ikhlas menerima kenyataan ini.

Sementara itu, Dirjen PHU menjelaskan hingga hari ini sudah ada 6 ribu jamaah yang telah dipulangkan ke Indonesia. Mereka tergabung dalam 12 kloter. Sesuai protab, mereka menjalani proses sebelum terbang selama enam jam. ’’Memang saat ini adalah pemulangan jamaah gelombang pertama ke tanah air melalui bandara King Abdul Aziz, Jeddah. Sehingga, bisa dimaklumi. Sehingga, aktivitas bandara sangat padat. Delay masih terjadi, mungkin seminggu nanti baru normal,’’ kata Abdul Djamil.

Selain itu, jamaah gelombang kedua yang lusa akan arbain di Madinah sudah dipersiapkan bus baru. Bus yang telah diupgrade tersebut akan mengantarkan jamaah dari Makkah ke Madinah. Juga dari Makkah ke Jeddah untuk jamaah yang pulang. ’’Diharapkan tidak ada lagi mogok atau terbakar. Kami sudah mengganti dengan bus baru yang ber AC, bagasi dalam bus, dan ada toiletnya,’’ tuturnya.

Di lain pihak, Garuda Indonesia yang membawa jamaah pulang menegaskan, jamaah haji dilarang membawa air zam zam ke bagasi tas. Air zamzam yang terdapat dalam tas jamaah dipastikan terdeteksi pada mesin pemindai (x-ray) saat pemeriksaan barang bawaan jamaah haji di Madinatul Hujjaj Jeddah, Arab Saudi.

’’Kalau sudah terdeteksi di layar monitor, pasti kami bongkar tasnya dan kami keluarkan,’’ kata petugas operator x-ray Garuda Indonesia Primastyo Suhadi Wibowo kemarin.

Menurut Primastyo, mesin pemindai x-ray tidak bisa dikelabui. Setiap cairan yang terdapat dalam tas bawaan jamaah haji akan terlihat kendati jamaah melapisi atau mengemas cairan tersebut dengan beragam cara. Petugas pun tidak akan mengambil risiko meloloskan air zamzam yang dibawa jamaah lantaran ada sanksi yang mengancam maskapai.

Garuda Indonesia sebagai salah satu maskapai pelaksana pengangkutan jamaah haji Tanah Air, kata Primastyo, akan terkena denda sebesar 10 ribu Riyal Arab Saudi per botol air zamzam yang masuk ke dalam pesawat. ’’Ya, inilah aturan baru tahun ini. Kita nggak mau ambil risiko. Walaupun dalam hati kasihan juga karena jamaah tentu punya niat baik membawa zamzam dari sini,’’ ujar Primastyo.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan