AMIR MAHMUD – Kapolres Cimahi AKBP Dedy Kusuma Bakti meminta warga untuk berkaca dari kejadian longsor yang terjadi di Komplek Pondok Hijau, Kampung Cicarita, RT 01/RW 18 Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat yang menewaskan dua orang pekerja bangunan, Senin (3/8) lalu.
Dia mengatakan, beberapa hari ke belakang, wilayah Cimahi dan Bandung Barat sempat diguyur hujan. Meski intensitasnya kecil tapi hal ini bisa berpotensi menimbulkan longsor.
”Sekarang masih musim kemarau, tapi potensi longsor bisa saja terjadi dan harus diwaspadai,” kata Dedy di Mapolres Cimahi Jalan Amir Mahmud kemarin (7/8).
Pihaknya mengingatkan, masyarakat dan para pekerja kontruksi maupun galian C, agar mewaspadai ancaman bahaya longsor yang bisa terjadi sewaktu-waktu dan tidak bisa diprekdiksi. Untuk menghindari dari hal-hal yang tidak diinginkan, Dedy meminta masyarakat tidak memaksa untuk melakukan penggalian.
”Kalau tidak memungkinkan atau bisa membahayakan, lebih baik jangan melakukan penggalian. Berbahaya,” ujarnya.
Dedy merinci, jika hendak melakukan penggalian, para pekerja harus memperhatikan berbagai aspek. Seperti kelabilan tanah dan keterjalan tanah. Sebab menurutnya, potensi longsor biasanya terjadi akibat kondisi tanah yang labil dengan kemiringan tanah yang cukup terjal.
”Di wilayah Bandung Barat ada sejumlah lokasi penggalian baik galian C maupun perumahan yang lokasinya di bawah tebing-tebing tanah. Hal ini berpotensi terjadinya longsor terutama di musim peralihan maupun musim hujan,” tandasnya. (gat/rie)
