oleh

Yamaha Latih 24 Siswa

[tie_list type=”minus”]Program YES Sudah Mencetak 3.000 Lulusan[/tie_list]

 SOETA – Sebanyak 24 orang siswa ikut dalam program Yamaha Engeneering School (Yes) angkatan IX 2015. Training itu merupakan tanggung jawab sosial Yamaha kepada pendidikan untuk mengurangi tingkat pengangguran pasca lulus sekolah.

Hendri Kartono, chief DDS II Yamaha Jawa Barat mengatakan, tujuan dari training tersebut adalah memberikan bekal skill dan wirausaha perbengkelan. Sehingga, lulusan selain bisa disalurkan menjadi teknisi profesional internal Yamaha, juga diharapkan kelak mampu menjadi pengusaha bengkel.

”Program YES tahun ini merupakan angkatan IX untuk area Jawa Barat. Dari penyaringan yang telah dilakukan, yang bisa masuk dalam training ini sebanyak 24 orang siswa,” kata Hendri di sela-sela pembukaan training di DDS II Yamaha Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, kemarin (27/7).

Dia mengatakan, para siswa tersebut nantinya akan digembleng selama kurang lebih 4,5 bulan dengan komposisi 25 persen teori 25, dan 75 persen praktik. ”Untuk angkatan IX ini cukup unik. Sebab, mereka jadi angkatan pertama yang mendapat teori dan praktik mengenai teknologi terbaru Yamaha blue core,” tuturnya.

Hendri mengatakan, meski baru diterapkan di matic namun teknologi blue core ini ke depan akan makin dikembangkan. Termasuk kemungkinan mencicipi jeroan untuk tipe sport. Nah, untuk menjawab banyak pertanyaan mengenai teknologi tersebut, maka diperlukan banyak sosialisasi kepada masyarakat. Termasuk, memberikan pemahaman sebanyak mungkin kepada teknisi, baik yang sudah ada atau pun para pelajar yang ikut dalam YES.

”Sejauh ini, masyarakat masih kurang memahami blue core. Nah, salah satu yang mudah dipahami dari blue core ini sendiri dengan adanya eco indicator (di speedo meter) yang memberikan rambu kepada pengendara supaya mereka bisa memacu sepeda motornya dengan irit,” paparnya. ”Dan yang pasti, dengan teknologi blue core ini, penguna bisa kencang namun tetap irit,” tambahnya.

Sementara itu, coordinator after sales DDS II Jawa Barat Emil Satriya mengatakan, Kota Bandung menjadi peserta program YES terbanyak yaitu dengan 46 persen. Sisanya, tersebar di Garut, Tasikmalaya hingga Cirebon. ”Sekitar lima persen juga datang dari luar Jawa Barat,” kata Emil sambil menambahkan, rata-rata peserta berasal dari SMK otomotif.

Emil mengungkapkan, program YES tersebut diprakarsai pada 1990 dan berhasil meraih Presiden Award di Jepang. Hingga saat ini, kata dia, YES sudah mencetak 3.000 lulusan yang berasal dari 13 kota: Surabaya, Bandung, Semarang, Bali, Medan, Pelembang, Padang, Jakarta, Pontianak, Makasar, Pekan Baru hingga Banjarmasin. (rie)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga