Klaim Stok Kepokmas Aman

[tie_list type=”minus”]Gelar Sidak dan OPM untuk Stabilkan Harga[/tie_list]

BANJARAN – Sebagai antisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) jelang Lebaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) melakukan inpeksi mendadak (sidak) ke Pasar Banjaran kemarin (9/7).

Dari hasil pantauan Pemkab Bandung, sejak pekan pertama Ramadan hingga H -7 menjelang Hari Raya Idul Fitri, harga kepokmas di sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Bandung terbilang stabil. ’’Alhamdulillah kalau melihat harga-harga sampai saat ini tidak ada lonjakan. Dari mulai gula, minyak, sayur-mayur, beras, daging dan gas elpiji semuanya masih terkendali. Selain di Pasar Banjaran, di Pasar Soreang dan Cicalengka pun stabil,’’ kata Bupati Bandung Dadang M Naser usai melakukan sidak di Pasar Banjaran.

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Kabupaten Bandung Popi Hopipah yang juga mendampingi Bupati dalam sidak tersebut menambahkan, setiap minggu pihaknya sudah diintruksikan turun ke pasar tradisional maupun toko-toko modern untuk memantau harga. ’’Ketika ada lonjakan harga yang signifikan, kami segera mengadakan operasi pasar murah (OPM) gula, beras, minyak dan gas. Namun, sampai H-7 ini di Kabupaten Bandung masih terkendali. Untuk beras sembilan bulan kedepan kuat. Kepokmas lainnya juga untuk tiga bulan ini aman,’’ ujar Popi.

Popi menambahkan, pihaknya pun akan mengadakan OPM untuk daging apabila ada lonjakan harga daging melonjak hingga melebihi Rp 150 ribu per kilogram. Diskoperindag pun menyiapkan stok daging sapi yang berkoordinasi dengan Dinas Peternakan (Disnakan) Kabupaten Bandung untuk diturunkan saat OPM. ’’Daging yang tersedia di Kabupaten Bandung kami pastikan kualitasnya bagus. Kalau untuk daging gelonggongan dan daging busuk, alhamdulillah tidak ada dan sudah kami informasikan untuk itu,’’ paparnya.

Selain itu, kata dia, Diskoperindag pun kini memiliki fungsi untuk mengawasi Bahan Bakar Minyak (BBM) di setiap pom untuk kesiapan saat arus mudik dan balik nanti. ’’Dari mulai kualitas bensinnya dan juga stoknya. Sampai saat ini semua siap,’’ ucapnya.

Menurutnya, ketika ada lonjakan harga, masyarakat tidak bisa melapor dan memaksa pemerintah untuk menurunkan harga begitu saja. ’’Karena untuk kenaikan itu pasar yang menentukan. Tapi kalau harga di seluruh pasar itu terlalu tinggi, otomatis kami menurunkan OPM untuk mengantisipasinya,’’ jelasnya.

Popi juga mengatakan, pihaknya saat ini sudah melakukan sidak produk-produk di dalam parcel yang ada di toko-toko modern. Hal tersebut guna memastikan produk parcel tidak ada yang kadaluarsa. ’’Kalau toko modern sudah, tapi kalau yang yang menjual di rumah kami beli melihat. Setiap penjual parcel diwajidkan untuk menempel tulisan produk, perusahaan, merek dan masa kadaluarsanya. Jadi bisa diketahui tanpa harus dibongkar dan memudahkan masyarakat,’’ pungkasnya. (mg15/far)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *