CJH Kota Bandung Turun karena Travel Bodong

BUAHBATU – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandung sudah bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk menindak travel haji dan umrah bodong. Hal ini dikatakan Kepala Bagian Haji dan Umrah Kemenag Kota Bandung Agus Safari.

JPPHOTO BERHARAP MABRUR: Sejumlah calon jamaah haji di mushola. Tahun ini Kota Bandung memberangkatkan 1.731 calon jamaah haji. Jumlah ini turun dari tahun sebelumnya.
JPPHOTO
BERHARAP MABRUR: Sejumlah calon jamaah haji di mushola. Tahun ini Kota Bandung memberangkatkan 1.731 calon jamaah haji. Jumlah ini turun dari tahun sebelumnya.

’’Kalau diberangkatkan ya syukur. Tapi, yang lebih parah itu kalau tidak diberangkatkan,’’ ujarnya kepada Bandung Ekspres di kantornya, Jalan Soekarno Hatta, kemarin (30/6).

Apabila tidak diberangkatkan, kata dia, dikhawatirkan uang yang sudah dikeluarkan tidak bisa dikembalikan oleh oknum travel. Hal ini menjadi fokus kemenag, mengingat tahun ini daftar peserta calon jamaah haji (CJH) cukup banyak.Yakni, sebanyak 1.731 calon jamaah.

Namun, angka ini merupakan penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai 1.969 CJH. Penurunan ini salah satunya dipicu banyaknya travel haji dan umrah bodong.

Agus menuturkan, tahun lalu pernah terjadi penipuan pemberangkatan di beberapa daerah di Jawa Barat, termasuk Kota Bandung. Namun, setelah diselidiki, ternyata semua terdeteksi dan mempunyai izin operasional. Tapi, Agus berspekulasi, mungkin saja mereka belum punya izin operasional. ’’Tapi mereka melakukan MoU dengan salah satu travel yang punya izin,’’ sambungnya.

Untuk waiting list pemberangkatan haji di Kota Bandung, para calon jamaah harus menunggu hingga tahun 2027. Agus menyebut, sejauh ini jumlah pendaftar dari seluruh daerah Kota Bandung mencapai 26.000. ’’Bukan tidak mungkin jumlah itu akan meningkat lagi,’’ kata dia.

Namun, Agus menjelaskan ada kebijakan pemotongan kuota sebesar 20 persen, karena Masjidil Haram sedang dalam perbaikan. ’’Untuk tahun ini kuotanya 1.731 (CJH). Kalau normalnya sekitar 2.300-an lah,’’ ungkap pria 53 tahun ini. (mgu-ger/tam/hen)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan