oleh

Simbol Identitas Suatu Daerah

[tie_list type=”minus”]Disparbud Jabar Senantiasa Gelar Pertunjukan Seni Tradisi[/tie_list]

BANDUNG – Potensi budaya di Jawa Barat yang salah satunya seni pertunjukan tradisi belum diberdayakan fungsinya secara maksimal sebagai paket tontonan yang menarik bagi wisatawan. Meski seni pertunjukan tradisi sudah dipertunjukkan secara komersial, tetapi belum optimal dipadukan dengan program paket pariwisata budaya. Padahal, keunikan pertunjukan seni tersebut, merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Seni pertunjukkan tradisi selain menjadi aset budaya, juga menjadi simbol serta identitas suatu daerah. Sayangnya jenis seni yang potensial ini keberadaannya semakin terjepit oleh kehadiran seni populer, sehingga berangsur-angsur ditinggalkan penggemarnya.

Karena itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat melalui Balai Pengembangan Kemitraan, Sumber Daya Manusia Kepariwisataan dan Kebudayaan saat ini senantiasa menyelenggarakan beberapa program kegiatan yang berkaitan dengan revitalisasi, aktivasi serta pewarisan seni tradisi di seluruh wilayah Jawa Barat. Salah satunya, peningkatan kompetensi tata pentas seni pertunjukkan yang digelar selama empat hari sejak 1 hingga 4 Juni 2015 bertempat di Hotel & Resort Grama Tirta Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Drs Nunung Sobari MM menjelaskan, diharapkan dari program ini tentang perlindungan, pengembangan, serta pemanfaatan pertunjukan seni tradisi bisa meningkat. Pada gilirannya dapat memperkokoh ketahanan budaya serta meningkatkan ekonomi para pelaku dan masyarakat sekitarnya. Pengembangan SDM kesenian yang merupakan aset terpenting dari sebuah produk seni harus mendapat perhatian serius. Karenanya secara terus menerus dilakukan berbagai jenis pelatihan baik untuk pelaku seni terutama pengelola Sanggar Seni.

”Kegiatan pengembangan kompetensi tata pentas seni pertunjukan yang saat ini diselenggarakan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi para pengelola sanggar seni. Sehingga dapat menampilkan karya seninya sebagai atraksi budaya yang selalu dibanggakan masyarakatnya sekaligus sebagai sentral pewarisan budaya,” ujar Nunung saat membuka acara Peningkatan Kompetensi Tata Pentas Seni Pertunjukkan.

Kegiatan ini, menurutnya, sebuah upaya dalam membangun SDM Kesenian yang unggul dan berdaya saing. ”Saya pun merasa bangga bahwa para nara sumber dan dalam kegiatan tata pentas ini adalah mereka yang telah lama berkecimpung dan berpengalaman dalam kesenian. Hal ini tidak terlepas dari hasil kerja sama dan kolaborasi di antara banyak pihak yang sangat penting. ”Para peserta pun merupakan pimpinan dari semua sanggar seni yang telah berpengalaman, sehingga diharapkan dapat mendorong minat serta menumbuh- kembangkan inspirasi pengetahuan yang didapat dalam peningkatan kompetensi ini,” tambahnya. (adv/edi/fik)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga