oleh

UKM Harus Berinovasi

 [tie_list type=”minus”]Jelang Era MEA 2015[/tie_list]

NGAMPRAH – Akhir 2015, Indonesia akan menghadapi pasar global atau masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Hal ini mendapatkan sorotan dari dari Kepala Bidang UMKM Dinas Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung Barat Ir. Rachmayanny. Pasalnya, MEA akan menjadikan Indonesia sebagai kawasan yang memiliki perkembangan ekonomi merata, dengan memprioritaskan pada Usaha Kecil Menengah (UKM).

Kemampuan daya saing dan dinamika UKM Kabupaten Bandung Barat akan ditingkatkan dengan memfasilitasi akses mereka. Serta ditunjang pula informasi terkini, kondisi pasar, pengembangan sumber daya manusia dalam hal peningkatan kemampuan, keuangan, dan teknologi.

”Dalam hal ini, UKM-UKM yang ada di Bandung Barat harus terus berinovasi dengan produknya. Ditambah juga dengan unsur-unsur yang dibutuhkan pasar,” ucapnya kepada Bandung Ekspres belum lama ini.

Bagi Indonesia sendiri, MEA akan menjadi kesempatan yang baik karena hambatan perdagangan akan cenderung berkurang bahkan menjadi tidak ada. Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan eskpor yang pada akhirnya akan meningkatkan GDP Indonesia.

Baca Juga:  Jaga Ekonomi Indonesia, BRI Bangkitkan Pelaku UMKM

Sementara itu, di Bandung Barat terdapat empat ribu lebih pelaku UKM. Kebanyakan UKM yang ada masih bersifat tradisional. Baik secara pengelolaan maupun produk yang dihasilkan.

”Para pelaku UKM dengan adanya MEA, sebaiknya bisa melakukan inovasi. Hal yang paling mudah untuk melakukan inovasi adalah pada makanan,” ucapya. Dia menambahkan, karena pada bidang makanan bidang yang memiliki persaingan yang sangat ketat.

Hampir setiap hari, persaingan di bidang makanan terus meningkat. Dirinya memberikan contoh pada makanan asli khas Bandung Barat, yaitu Wajit Cililin. Kadar manis yang terdapat pada Wajit Cililin sangat tinggi. Saat ini perlu diperhatikan pula para pengidap penyakit gula darah.

Bukan hanya pada pengrajin Wajit Cililin. Diharapkan kepada para pelaku UKM yang lainnya pun dapat memperhatikannya. Apalagi pada sisi pengemasan.

Baca Juga:  Jaga Ekonomi Indonesia, BRI Bangkitkan Pelaku UMKM

”Jika gula pada Wajit Cililin dikurangi sedikit saja. Makanan tersebut akan bisa dikonsumsi oleh para penyakit gula darah,” ucapnya. Dia menambahkan, makanan-makanan yang beredar juga harus bisa ramah terhadap siapa saja. Sehingga dapat dikonsumsi oleh siapa saja tidak terbatas dalam umur dan kondisi.

Hal tersebut juga ternyata mendapatkan tanggapan positif dari pelaku UKM Wajit Cililin, Samsul Ma’arif. Dia akan melakukan inovasi itu pada produknya di kemudian hari.

”Masukan ini akan saya pertimbangkan dengan memperhatikan beberapa hal dalam produksi. Dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa memikirkan dan mengaplikasikannya,” ucapnya.

Wajit Cililin merupakan makanan khas yang telah lama dari Bandung Barat. Untuk membuat inovasi tersebut, tidak bisa dilakukan secara instan. Terlebih komposisi bahan harus diperhitungkan juga. (mg5/fik)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga