oleh

Dua Remaja Begal Perempuan

[tie_list type=”minus”]Sambil Nunggu Pengumuman Kelulusan[/tie_list]

SEMARANG – Dua remaja asal Mranggen, Kabupaten Demak ini terpaksa berurusan dengan hukum. Pasalnya, dua remaja bernama Nurul Misbah alias Sibah, 19, dan Muhammad Teguh Hadi, 18, tertangkap tangan usai melakukan perampasan terhadap seorang wanita.

Dua Remaja Begal Perempuan
JATENG POSNEKAD: Bukannya berdoa sambil menunggu hasil kelulusan ujian nasional, kedua remaja ini malah melakukan pembegalan. Teguh dan Sibah terpaksa meringkuk di balik jeruji besi.

Saat beraksi pada Kamis (7/5), sekira pukul 22.30 di Jalan Raya Dukuh Kebuntaman, Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, dua remaja masih berstatus sebagai pelajar SMA di Mranggen. Bahkan saat itu keduanya masih menunggu pengumuman Ujian Nasional.

Kepala Polsek Tembalang Komisaris Ibnu Bagus mengatakan, keduanya berhasil ditangkap usai menjalankan aksinya di daerah Kebuntaman, Rowosari, Tembalang. Siti Ana Zummaidah, 19, warga Kalikayen, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, harus bernasib sial dengan menjadi korban keduanya.

Saat itu korban pulang kerja dengan mengendarai sepeda motor sendirian. Sang gadis langsung dipepet oleh dua remaja yang sudah membuntuti dan ditendang hingga terjatuh.

’’Ada laporan dari masyarakat dan langsung ditindaklanjuti oleh anggota yang sedang berpatroli. Sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara anggota dan tersangka Nurul Misbah. Tersangka menabrak anggota sampai luka. Lalu berhasil kami tangkap waktu tersangka jatuh,’’ kata Ibnu di Mapolsek Tembalang, Rabu (20/5) .

Setelah melakukan pengembangan, petugas berhasil meringkus Teguh. Dari pemeriksaan, diketahui jika tersangka tidak hanya merampas, tapi juga mencuri di rumah warga. ’’Keduanya masih pelajar. Ternyata pernah mencuri juga, untuk lokasi-lokasinya masih kami kembangkan,’’ jelasnya.

Teguh mengaku, aksi itu dilakukan sambil menunggu pengumuman kelulusan. ’’Itu ide Nurul, cuma berdua boncengan,’’ tukas Teguh.

Mereka mengklaim, aksi perampasan ini baru pertama kali dilakukan dan terjadi secara spontan karena melihat korban melintas seorang diri. ’’Dipepet lalu ditendang sampai jatuh. Saya langsung turun ambil motor, tapi korban melawan dan saya ancam akan membunuh. Baru sekali itu merampas. Kalau ini hasil mencuri di rumah, di daerah Rowosari,’’ papar Teguh sembari menunjuk barang bukti alat elektronik di hadapannya.

Hasil kejahatan itu dijual dan digunakan untuk bersenang-senang. ’’Ya, dipakai buat beli minum (minuman keras),’’ akunya.

Atas aksi nekadnya, mereka harus merayakan kelulusan di dalam sel tahanan Mapolsek Tembalang. Polisi menjerat keduanya dengan Pasal 365 KUHP yang ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara.

Meski begitu, setidaknya kedua tersangka masih dapat bersyukur karena keduanya dinyatakan lulus SMA. ’’Alhamdulillah kemarin lulus. Kami berdua lulus,’’ pungkas Teguh. (har/vil)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga