oleh

Rumah Bantuan Siap Huni

[tie_list type=”minus”]Korban Pergerakan Tanah Ingin Secepatnya Pindah[/tie_list]

CIPATAT – Korban bencana alam pergerakan tanah di Kampung Cikalong dan Kampung lampegan, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), beberapa waktu lalu akan segera mendapat bantuan rumah baru. Pasalnya, pembangunan rumah bagi para korban hampir 90 persen rampung.

bantuan rumah korban pergerakan tanah
Istimewa

PEMBANGUNAN: Sejumlah warga membangun rumah rumah. Bulan ini, korban bencana pergerakan tanah di Kampung Cikalong dan Lampegan akan mendapat bantuan rumah dari pemkab Bandung Barat.

Kepala Desa Gunungmasigit Tarkopa menyatakan, pemerintah akan memberikan bantuan rumah bagi korban di wilayah Cipatat ini sebanyak 115 rumah yang terdiri dari 44 KK Kampung Cikalong RW 18, dan 71 KK Kampung Lampegan.

Masyarakat akan menempati rumah baru yang saat ini proses pembangunannya sudah mencapai angka 90 persen. ”Sebentar lagi akan rampung, dan bisa ditempati masyarakat yang terkena bencana alam beberapa waktu lalu,” kata Tarkopa kepada wartawan, kemarin (3/5).

Dia mengungkapkan, rumah baru yang dibangun berlokasi masih di Kampung Lampegan, namun jauh dari lokasi bencana berjarak sekitar satu kilometer. ”Sekarang tinggal finishing, sudah masuk tahap pengecatan rumah. Itupun tinggal beberapa unit lagi. Di lokasi yang baru, areanya bakal jauh lebih aman dan nyaman,” paparnya.

Rencananya, seluruh rumah hunian tetap itu sudah bisa ditempati Mei 2015 ini. Sementara, untuk jaringan listrik sudah ada, tinggal menyambungkan ke rumah-rumah tersebut. Begitupun pembuatan sumur dalam sudah rampung tinggal memasang mesin pompa untuk disalurkan ke sejumlah kamar mandi umum. ”Sumber airnya bagus. Satu sumber air sudah ada sejak lama, jauh sebelum dijadikan pemukiman bagi korban pergerakan tanah tersebut. Sekarang ditambah sumur bor untuk memenuhi kebutuhan sekitar 230 jiwa,” katanya.

Lebih jauh dia menjelaskan, para korban bencana pergerakan tanah inginnya lebih awal menempati rumah baru tersebut. Pasalnya sebagainya besar dari mereka sudah tidak nyaman tinggal di rumahnya sendiri. ”Manakala hujan turun, warga Kampung Lampegan terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabat dan tetangganya yang aman dari ancaman bencana alam. Kehidupan warga akhirnya jadi tidak nyaman lagi makanya ingin cepat mendiami rumah baru mereka,” ungkapnya.

Beberapa warga sama sekali tidak dapat mendiami rumah miliknya karena mengalami rusak berat. ”Hingga kini, pergerakan tanah kerap terjadi jika hujan deras turun di area lokasi yang dulu pernah terjadi. Mudah-mudahan di tempat baru tidak akan terjadi pergerakan tanah, karena lokasinya cukup jauh,” bebernya.

Dia menambahkan, Pemkab Bandung Barat sudah menggelontorkan bantuan perbaikan secara stimulan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan. Namun karena terus terjadi pergerakan tanah, rumah yang sudah diperbaiki kembali rusak.

Kebijakan relokasi diambil Pemkab Bandung Barat mengacu kepada hasil penyelidikan Badan Geologi yang mengeluarkan rekomendasi teknismerelokasi rumah yang hancur, rusak berat, dan yang terancam dari Kampung Lampegan dan Kampung Cikalong ke daerah yang aman, yaitu dengan alternatif calon relokasi di Kampung Lampegan, RT 03 RW 06, Desa Gunung Masigit.

”Awalnya memang bagi korban yang terkena pergerakan tanah akan menempati lokasi yang sama, namun karena ada rekomendasi dan hasil Badan Geologi, maka diputuskan bahwa masyarakat yang terkena musibah tersebut harus direlokasi. Supaya masyarakat dapat terhindar dari bencana susulan. Lebih baik ke lokasi yang baru yang dinilai jauh lebih aman,” tandasnya. (drx/fik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga