oleh

Tekankan Pentingnya Keluarga

[tie_list type=”minus”]Anak Disabilitas Kerap Ditelantarkan[/tie_list]

LENGKONG – Kurangnya kesadaran masyarakat, terutama keluarga, menjadi salah satu tantangan dalam menghilangkan stigma dan diskriminasi kepada anak dengan disabilitas. Sebab, anak dengan disabilitas kerap diterlantarkan oleh keluarganya sendiri.

DISKUSI DISABILITAS
Amri Rachman Dzulfikri / Bandung EkspresDISKUSI DISABILITAS: (Dari Kiri) Sekretaris Forum Komunikasi Keluarga Anak dengan Disabilitas Kota Bandung Nurhasanah, serta Project Manager Save The Children Wiwied Trisnadi menjadi pembicara saat digelarnya diskusi mengenai disabilitas di Jalan Lodaya, Kota Bandung, kemarinr (9/4).

Padahal, jumlah anak dengan disabilitas di Jawa Barat sendiri cukup banyak. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) mencatat, sedikitnya ada 12.000 anak penyandang disabilitas di Jawa Barat.

Menurut data yang dimiliki Save the Children dari penelitian UNICEF pada 2013, satu dari 20 anak di bawah 14 tahun merupakan penyandang disabilitas.

Sementara itu, pada 2011, World Bank membuktikan bahwa penyebab utama disabilitas pada anak adalah karena kurangnya kesadaran kesehatan dari orang tua sehingga mengakibatkan malnutrisi.

Meski pemerintah berkewajiban memenuhi hak dasar anak, Save the Children, organisasi internasional nonprofit yang fokus terhadap isu anak, menilai keluargalah yang memiliki peran paling penting. Termasuk pemenuhan hak dasar anak penyandang disabilitas.

”Penyandang disabilitas tidak bisa memenuhi hak-hak dasarnya sendiri. Dengan demikian maka pihak keluarga ataupun orangtua yang bisa membantu anaknya yang menyandang disabilitas untuk mengakses hak-haknya,” papar Wiwied Trisnadi, Project Manager Save The Children.

Dia mengatakan, pentingnya keluarga untuk berkomitmen agar anak penyandang disabilitas mendapatkan hak-hak dasarnya. Sehingga dorongan orang tua dan keluarga lah yang dapat mendorong kemajuan mereka. ’’Seorang anak secara umum posisinya sudah lemah di tengah masyarakat. Apalagi jika dia penyandang disabilitas,’’ katanya.

Sehubungan dengan itu, saat ini di Kota Bandung, Save the Children didukung oleh IKEA Foundation memanfaatkan media untuk melakukan kampanye ajakan kepada keluarga untuk mewujudkan kesetaraan hak dan kesempatan bagi anak dengan disabilitas.

Kampanye ini mulai dilakukan sejak awal April 2015 dan menjangkau hingga keluarga di wilayah pedesaan seperti Kecamatan Cililin dan Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Menurut dia, kampanye tersebut diharapkan tumbuh kesadaran dalam melihat anak dengan disabilitas sebagai manusia yang mempunyai hak yang sama dengan manusia lain. Pengakuan dan perlakukan itu, dimulai dari keluarga, lingkungan, hingga pemerintah.

Anak dengan disabilitas juga berhak mendapat kesempatan, pengasuhan yang baik, pendidikan, dan layanan kesehatan sosial. (mg7/rie)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga