Empat Mahasiswa Terjebak Badai Cikuray

Sempat Dilaporkan Hilang, Turun Selamat

GARUT – Empat orang mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung dan Stikes Bhakti Kencana Garut yang melakukan pendakian Gunung Cikuray, sempat dilaporkan hilang setelah hilang kontak sejak naik ke gunung tersebut Jumat (6/3) hingga Senin (9/3). Namun, setelah dilakukan pencarian, Selasa (10/3) sore, mereka akhirnya bisa turun dari puncak gunung tersebut dengan selamat.

Danramil Cilawu Kapt Inf Kasimin mengungkapkan, keempat mahasiswa ini, diketahui melakukan pendakian melalui wilayah Kecamatan Cigedug pada Jumat (6/3) lalu. Saat itu, pendakian berjalan lancar dan mereka bisa mencapai puncak Cikuray. Namun, Senin (9/3) saat akan turun dari puncak, terjadi hujan lebat dan badai di puncak Cikuray. Badai itu yang membuat mereka memutuskan bertahan di puncak untuk menghindari risiko yang harus dihadapi jika memaksakan turun dalam keadaan badai. ’’Keluarga mereka khawatir karena mereka tidak pulang tepat waktu. Ditambah ponsel mereka tidak bisa dihubungi,” katanya.

Menurut Kasimin, keempat pendaki tersebut, bisa turun dari puncak Cikuray pada pukul 16.00 bersama seorang penunjuk jalan dalam keadaan sehat. Karena, selama bertahan menunggu badai, mereka masih memiliki persediaan makanan yang dibawanya. ’’Sejak Minggu (8/3), puncak Cikuray memang selalu hujan,” katanya.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut TB Agus Sofyan mengungkapkan keempat mahasiswa yang berstatus mahasiswa tersebut. Di antaranya, Ita Iklima, mahasiswi UIN Bandung, Dwi Apriyanti mahasiswi Stikes Bhakti Kencana, Novan Haris dan Ridwan dari UIN Bandung. (igo/tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.