oleh

Komunitas Fotografer Bandung Kenali CK

Pelaku Sempat Keliling Tegalega

JATINANGOR – Tersangka pelaku penusukan terhadap Cripsy Noorjamil atau Ayu Jumat (27/2) lalu, sempat berkeliling di Tegalega. Kemudian, menuju alun-alun dan kawasan PLN di Jalan Moch Toha. Hal ini diketahui polisi saat melacak iPhone milik Ayu yang dirampas tersangka berinisial CK. Pasalnya, saat ini status CK masih buron.
Anggota Reskrim Polsek Jatinangor Budi Lukman mewakili Kapolsek Jatinangor Kompol Roedy de Vried mengatakan, polisi langsung melacak pelaku melalui aplikasi iCloud. Yakni, perangkat lunak yang terdapat dalam iPhone. Namun, setelah sampai di kawasan Moch Toha, ponsel milik Ayu hilang sinyal.
’’Sepertinya dimatikan (ponselnya). Kami juga sudah tanya kepada warga setempat. Tidak ada yang mengaku melihat ciri-ciri seperti CK,’’ jelasnya kepada Bandung Ekspres di Polsek Jatinangor kemarin (5/3).
Polisi terus melacak tersangka melalui media sosial. Salah satunya Line. Budi mengatakan, dari situ pihaknya mendapat informasi baru bahwa tersangka merupakan warga Rancaekek. Tepatnya, Blok 7, Kompleks Bumi Rancaekek Kencana. Petugas, kata Budi, sudah melacak juga ke sana. Namun, belum berhasil menemukan tersangka. ’’Blok 7 itu kan luas ya. Tapi, kita akan terus lacak melalui akun lain. Seperti, Twitter dan Facebook,’’ tandasnya.
Budi menegaskan, jika ada teman korban atau teman tersangka yang tahu keberadaan CK, agar segera memberitahu kepolisian. ’’Akan kita korek terus supaya si CK ini bisa segera dimintai keterangan,’’ tukasnya.
Sementara itu, saat Bandung Ekspres berusaha mengonfirmasi kediaman CK ke sejumlah fotografer di Bandung, beberapa mengaku mengenal CK. Mereka pun membenarkan CK tinggal di Blok 7, Bumi Rancaekek Kencana. Namun, semuanya tidak tahu keberadaan CK. Mereka juga tidak menyangka CK berbuat seperti itu. ’’Nggak terlalu kenal sih sama dia (CK), nggak sangka aja kalau memang bener,’’ kata Iwang, salah satu fotografer.
Sebelumnya diberitakan, bermula Ayu ditawari menjalani pemotretan untuk profil perusahaan yang bersangkutan pada Rabu (25/2) lalu. Pria itu dikenal sang gadis saat ajang Auto Expo 2014 dan baru berkomunikasi kembali. ’’Jadi aku baru ketemu dua kali dengan dia,’’ papar Ayu saat dihubungi Bandung Ekspres kemarin (4/3).
Usai membuat janji, CK menjemput Ayu ke rumahnya sekitar pukul 17.00, untuk melakukan sesi pemotretan di daerah Kiarapayung, Jatinangor. Dirinya mengaku tidak sadar, kenapa mau diajak untuk berfoto di malam hari, bahkan di tempat sepi. ’’Dia ngajak foto di daerah Kiarapayung yang ada tempat golf-nya. Anehnya, aku mau aja diajak foto malam-malam di tempat sepi pula,’’ tuturnya.
Pemotretan selesai pada pukul 20.00. Pelaku sempat mengajak Ayu pindah lokasi pemotretan. Tapi, Ayu menolak karena sudah malam dan kondisi di lokasi sangat sepi. Hal ini membuat CK marah. Saat berbalik badan, Ayu tiba-tiba ditendang, diinjak-injak, lalu ditonjok, kemudian dicekik oleh pelaku. Tak hanya itu, sang gadis juga ditusuk di bagian tangan dan dada. ’’Sudah gitu, kaki aku diikat, terus dia narik rambut dan seret aku ke arah danau,’’ terangnya.
Ayu sempat berpikir buruk, dirinya akan dibuang ke danau yang ada di tempat itu. Dia memelas kepada pelaku, bila tidak ingin mati di tempat itu. Bilapun harus meregang nyawa, Ayu meminta kepada CK untuk menyampaikan pesan ke orang tuanya. ’’Kalau aku mati di sini, please bilangin ke mama papa aku. Kalau aku masih banyak dosa, aku minta maaf,’’ ucap Ayu menirukan ucapannya saat itu.
Rayuan itu sukses melepaskan Ayu dari tindakan bejat sang pria. CK lalu menyuruh gadis itu memakai jaketnya, lalu mengantarnya ke rumah sakit. Meski begitu, telepon genggam Ayu disita pelaku. Tak terima, alumni SMAN 24 Bandung ini melaporkan hal itu ke Polsek Jatinangor.
Pelaku saat ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Hal ini dibenarkan oleh Brigadir Yudha dari Polsek Jatinangor. ’’Iya, dia (CK) masih berstatus DPO,’’ ucapnya saat dihubungi Bandung Ekspres. (tam/vil/hen)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga