Diduga, Yusi Dibunuh Mantan Pacar

SUKAJADI – Kain putih berlapis batik membungkus mayat almarhumah Yusi Husaeni, 18, di dalam keranda. Aroma busuk menusuk-nusuk hidung setiap orang yang masuk ke ruangan. Terdengar isak tangis dari dalam salah satu bangsal di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Di situlah paman almarhumah Yusi, Dedi Efendi, 35, berada. Dia langsung datang ke rumah sakit begitu mendapat kabar bahwa polisi menemukan mayat keponakannya itu. Dedi datang mewakili keluarga Yusi untuk memastikan bahwa mayat yang ditemukan di kawasan pekuburan Cikadut, Cimenyan, Kabupaten Bandung itu memang benar Yusi.

Kabar ini didapat tepat lima hari setelah Yusi Husaeni meninggalkan rumahnya di Kawasan Bunisari, Kelurahan Antapani, Kecamatan Antapani Wetan, Kota Bandung. Saat ditemukan, Yusi tak lagi bernyawa dengan beberapa luka lebam di leher dan tangan. Diduga, Yusi dibunuh dengan cara dicekik.

’’Ciri-ciri korban ditunjukan, kemudian diiyakan bahwa itu Yusi. Sebelumnya kepolisian bilang jangan dulu nyatakan postifif. Sebelum ada identifikasi lebih lanjut,’’ kata dia saat ditemui Bandung Ekspres kemarin (1/3).

Siswi SMKN 1 Bandung itu, dikenal sebagai perempuan pendiam dan baik. Almarhumah mulai meninggalkan rumah pada Rabu pukul 10.30 pagi. Saat itu dia pergi menggunakan motor dan membawa dua helm. ’’Menurut ibunya, dia berangkat pagi-pagi jam 08.00. Kemudian, jam 10.00 pulang dulu, karena mau belikan adiknya obat. Terus pergi lagi,’’ jelas Dedi.

Pihak keluarga sudah melaporkan kehilangan anaknya kepada pihak kepolisan sejak Rabu (25/2) lalu, ketika Yusi meninggalkan rumah. Dari Rabu hingga Kamis (26/2) lalu, telepon Yusi masih bisa dihubungi. Namun, sempat di-reject, kemudian tidak aktif. Keluarga pun mulai resah. ’’Orangnya baik, nggak centil kayak yang lain. Nggak neko neko. Dia pacaran juga saya mah nggak tahu,’’ ungkap dia.

Dedi berharap, melalui proses hukum yang berlaku, pembunuh Yusi harus mendapat hukuman setimpal. ’’Ini bukan main-main, ini menyangkut nyawa. Keluarga pasti ingin hukuman yang sesuai dan setimpal. Nyawa ya dibayar nyawa lagi,’’ tandasnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Mokhamad Ngajib menjelaskan, saat ditemukan, mayat Yusi sudah membusuk. ’’Kondisinya sudah membusuk dengan posisi terlentang,’’ ujar Ngajib, saat dihubungi Bandung Ekspres kemarin (1/3).

Diduga, Yusi dibunuh oleh mantan pacarnya berinisial W. W sendiri telah dijemput polisi di rumahnya di Antapani kemarin pagi. Ngajib menyatakan, pihaknya masih memeriksa secara intensif pemuda pengangguran ini. Termasuk mendalami motif tewasnya anak aktivis buruh itu. ’’Statusnya terduga. Kami masih memeriksanya,’’ sahut Ngajib.

Ngajib menyatakan, jenazah korban langsung dibawa ke RSHS untuk proses otopsi. Dia menyebut, ada luka di tubuh korban yang diduga akibat kekerasan atau penganiayaan. Namun, tidak ada luka akibat senjata tajam. Perkiraan polisi, Yusi sudah meninggal sejak tiga atau empat hari lalu.

Soal proses hukum, Ngajib akan berkoordinasi dengan pihak kejaksaan mengingat tempat kejadian perkara berada di wilayah hukum Polres Bandung. Meski begitu, pihaknya tetap berkomunikasi dengan Polres Bandung terkait kejadian ini. ’’TKP-nya memang berada di wilayah Polres Bandung. Namun, saksi-saksinya kebanyakan berada di Kota Bandung. Jadi akan kita lihat dulu, penanganannya nanti oleh siapa,’’ tukas mantan Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung itu.

Sedangkan, status W kini masih tanda tanya besar. Belum jelas apa motif pemuda itu membunuh teman dekat perempuannya itu. Namun, sejumlah barang berharga milik Yusi ikut lenyap. Seperti, dompet, ponsel, jam tangan, dan perhiasan anting. Selain itu, jilbab dan slayer yang dipakai Yusi juga raib. (fie/vil/tam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.