oleh

Aksi Perdana BNNP Jabar

Ciduk Pengedar Sabu dari Luar Negeri

CICENDO – Pertama kalinya Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat menangkap seorang pengedar narkoba di luar negeri, dalam hal ini Malaysia. Ha alias Mu dibawa ke Indonesia oleh tim BNNP Jabar yang dipimpin Komisaris Yusdanil dengan pesawat AirAsia QZ172, kemarin (24/2).

Aksi Perdana BNNP Jabar - SABU - bandung ekspres
DITANGKAP DI MALAYSIA: Tersangka pengedar narkoba berinisial M (ketiga dari kanan) dikawal ketat petugas BNN saat tiba di Bandara Husein Sastra Negara, Kota Bandung, kemarin (24/2). Petugas menangkap M di Malaysia setelah beberapa waktu buron dibantu kepolisian setempat. Ini berarti aksi perdana BNNP Jabar menangkap pengedar di luar negeri.

Ha adalah sosok yang menitipkan sabu-sabu seberat 763,8 gram kepada tiga buruh migran ilegal, RH, AL, dan S. Setelah melakukan pengembangan, BNNP Jabar berkoordinasi dengan atase kepolisian Malaysia mulai mengadakan penyelidikan. ’’Kita berhasil menangkap tersangka utama dari tiga TKI ilegal yang ditangkap sebelumnya. Ini pertama kalinya kita menangkap tersangka di luar negeri sesuai dengan prosedur atau handing over,’’ terang Kepala BNNP Jabar Brigadir Jenderal Anang Pratanto di Bandara Husein Sastra Negara.

Dia menyatakan, Ha yang asli Madura terlibat jaringan narkotika internasional, dalam hal ini Nigeria. Hanya saja, pihaknya akan melakukan penyidikan lebih lanjut siapa lagi yang turut serta dalam kasus ini. ’’Tersangka adalah orang yang menitipkan sabu-sabu kepada tiga TKI ilegal di tiga gagang koper yang dibawa mereka,’’ urai Anang.

Saat disinggung sudah berapa lama yang bersangkutan melakukan bisnis haram ini, Anang belum dapat menyimpulkan. Pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap sosok yang berprofesi sebagai penampung TKI di Malaysia itu. Meski belum dapat dipastikan, kemungkinan ada para buruh migran yang lolos menyelundupkan sabu-sabu. ’’Ada beberapa dari Surabaya. Tapi kita masih akan kita lihat lagi, apakah info itu benar,’’ ucap jenderal bintang satu.

Sebelumnya, ketiga buruh migran ilegal yang datang dari Malaysia dan diringkus di Bandara Husein Sastra Negara Bandung oleh petugas Bea dan Cukai serta BNNP Jabar, beberapa waktu lalu. Mereka adalah RH, AL, dan S.

Atas perbuatannya, ketiganya dijerat Pasal 102 huruf e UU No 17/2006 tentang Kepabeanan jo. Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 112 ayat (2) sub Pasal 132 ayat (1) UU No 35/2009 tentang Narkotika yang ancamannya hukuman mati serta denda hingga Rp 5 miliar. (vil/tam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga