oleh

Para Juara Enggan Jumawa

Menangi Pertandingan Putaran Pertama

MALANG – Tim putri Jakarta Popsivo PNG dan tim putra Jakarta Electric PLN akhirnya menjadi juara putaran pertama Proliga 2015. Sebagai hadiah mereka dapat uang nominal Rp 15 juta.

Proliga 2015 - bandung ekspres
BLOK: Para pemain Popsivo saat melakukan blok dari pemain lawan dalam Proliga 2015. Tim Popsivo tercatat unggul di putaran pertama.

Popsivo duduk di puncak klasemen dengan mengoleksi 16 poin dari enam kali main dan tak pernah kalah. Sedangkan tim putra Electric PLN juga duduk di peringkat satu. Pada hari terakhir seri Malang, kemarin, Popsivo menyempurnakan hasil sempurna lewat kemenangan telak atas Jakarta Bank DKI dengan skor 3-0 (25-22, 25-19, 16-25).

Pelatih Popsivo PGN, Muhammad Ansori menjelaskan hasil positif di putaran pertama jangan dijadikan patokan bahwa timnya akan berbicara banyak di putaran dua nanti. ’’Bagi kami saat ini setiap pertandingan adalah final, semangat juang jangan sampai kendor. Proliga ini punya tekanan yang tinggi di setiap pekannya. Posisi kami juga belum aman. Lengah sedikit, kita bisa terpeleset jatuh,’’ ucapnya.

Lantas untuk menghadapi tekanan yang semakin ketat maka diperlukan fisik pemain yang prima. Popsivo bermasalah dengan ini karena mereka banyak menyimpan pemain oldcrack yang mengisi line up, Rita Kurniati misalnya.

Terkadang tosser berumur 36 tahun itu tak sanggup bertarung saat rally point terjadi. Untuk menyikapinya, Ansori sudah menyiapkan serep Berliana Wanda Mahardika. ’’Saya memang sudah siapkan dia untuk gantikan Rita, tak selamanya kami bisa terus andalkan dia. Secara step by step kami memang coba mengurangi ketergantungan itu,’’ bebernya.

Berada di puncak terkadang membuat Popsivo terlena dan meremehkan lawan. Saat melawan Bank DKI, merasakan penyakit itu meresap di dalam timnya. ’’Lawan tim yang ada di bawah buat anak-anak jadi jumawa, itu yang bahaya buat kami. Di set satu kami sempat tertinggal dari Bank DKI, untungnya saya langsung ingatkan pemain agar kembali fokus ke pertandingan dan lupakan kelemahan atau kelebihan lawan,’’ tukasnya.

Sementara itu, pelatih tim putra Jakarta Electric PLN, Putut Marhaento menilai prestasi jadi juara putaran satu bukanlah prestasi yang meski dibanggakan. ’’Di musim lalu juga kami jadi juara putaran. Yang terpenting itu menurut saya nanti pas di final four. Jika bisa jadi juara di akhir musim, baru meski kami rayakan,’’ tegasnya.

Terkait dengan evaluasi tim, Putut menilai meski mampu jadi duduk di peringkat satu dirinya tak menutup kemugkinan untuk merombak susunan pemain. Pada hari terakhir seri tiga kemarin dua tim unggulan putri yakni Jakarta Popsivo PGN dan Jakarta Pertamina Energi menang mudah. Popsivo PGN menang telak atas Jakarta Bank DKI dengan skor 3-0 (22-25, 19-25, 16-25). Sedangkan, Pertamina Energi menggulung Gresik Petrokimia dengan skor jauh 3-0 (22-25, 13-25, 11-25)

Pertandingan ketiga yang mempertemukan Jakarta Electric PLN melawan Manokwari Valeria berlangsung menarik. Silih kejar skor terjadi hingga akhirnya Pertamina mampu unggul 3-2 (29-27, 22-25, 25-19, 23-25,15-12).

’’Kekalahan ini sungguh menyakitkan, harusnya kami mampu menang karena unggul poin lebih dahulu, meski begitu kami cukup bersyukur,’’ ucap pelatih Valeria Manokwari, Munawar. (wam/rie)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga