oleh

Puskesmas Pasir Kaliki Digugat

Cari Win-win Solution

Puskesmas Pasirkaliki-bandung-ekspres
TUNTUT HAK: Tiga orang yang mengatasnamakan ahli waris tanah di tempat berdirinya Puskesmas Pasir Kaliki menggugat Pemkot Cimahi atas penggunaan tempat tersebut.

CIMAHI – Aset milik Pemkot Cimahi berupa tanah tempat berdirinya Puskesmas Pasir Kaliki digugat oleh tiga orang warga yang mengklaim sebagai ahli waris pemilik lahan seluas 300 meter persegi itu.

Kabag Hukum Pemkot Cimahi Lilik setyaningsih mengatakan, saat ini proses hukum kasus pengklaiman aset milik negara itu tengah memasuki proses mediasi untuk kedua kalinya di Pengadilan Negeri Bale Bandung. Gugatan itu masuk pada pada 9 Januari 2015 dengan nomor perkara 05/pdt.g/2015/pn.bb

”Penggugat itu mengatasnamakan sebagai ahli waris Dewi Sarah. Ketiga nama warga yang mengajukan gugatan itu masing-masing bernama Syaryamah, Dedeng Sujana dan Sudrajat,” katanya, kepada wartawan, Kamis (12/2).

Sedangkan pihak yang digugat itu ada tiga orang diantaranya Walikota Cimahi, Kepala Dinas Kesehatan dan Lurah Pasir Kaliki. Dalam gugatannya itu, mereka meminta uang ganti rugi senilai Rp 6,75 miliar.

Tapi, pada mediasi kedua penggugat menurunkan uang ganti rugi menjadi Rp 1,4 miliar. Mereka beralasan perubahan nominal ganti rugi karena nilai yang diajukan pada tuntutan kedua didasarkan harga jual tanah di area tersebut saat ini.

”Kami sih berharap segera ada win-win solution dari kasus ini. Yang jelas saat ini pelayanan kesehatan di wilayah tersebut masih tetap berjalan seperti biasa sampai ada keputusan hukum tetap,” ujarnya.

Dalam mengurus persoalan tersebut, Pemkot Cimahi menguasakan pada Jaksa Pengacara Negara (JPN) dalam hal ini adalah Kejaksaan Negeri Kota Cimahi.

Saat disinggung mengenai seberapa banyak aset milik pemerintah kota yang diklaim milik warga, Lilik menyebutkan cuma kasus tersebut. Pasalnya, gugatan yang masuk mengenai aset hanya menimpa Puskesmas Pasir Kaliki.

Sebelumnya, Kepala Bagian Perlengkapan Setda Kota Cimahi Edhie Nugroho mengungkapkan, sejak kota ini resmi otonom ada 791 aset yang diklaim milik Cimahi. Namun, aset-aset itu masih harus diproses bahkan ada yang masih sengketa dengan ahli waris atau intansi lain seperti TNI.

Tapi sekarang, kalau masuk peta yang akan disertifikatkan alias masih proses ada 76. Dan sisanya tidak bermasalah. ”Pokoknya yang masih bermasalahan sedikit lagi, tidak sampai 10 bidang,” kata dia. (*/asp)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga