SOREANG – Tercatat kurang lebih ada 92 angkutan yang dilibatkan dalam kegiatan uji coba trayek Soreang–Baleendah. Kegiatan uji coba tersebut, dilaksanakan mulai Selasa (14/12) sampai Jumat (17/12). Masyarakat bisa memanfaatkan trayek Soreang-Baleendah hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp2.000.
“Soreang – Banjaran, Banjaran-Tegallega, dan (mobil) elf dari Pangalengan ke Kota Bandung, tiga jalur itu yang kita ajak komunikasi,” Kepala Dishub Kabupaten Bandung, Iman Irianto saat wawancara.
Tujuan lain dari program tersebut, kata Iman, adalah dalam rangka menumbuhkan lagi minat masyarakat untuk menggunakan angkutan.
Baca Juga:Tersangka KDRT di Panyileukan Jalani Pemeriksaan Polisi, Ternyata Ini MotifnyaDiskominfo Depok: Masyarakat Kini Bisa Nikmati Wifi Gratis
“Teman-teman paham bagaimana persaingan di jalan kaitan dengan usaha transportasi ini, kita lihat sendiri kan faktanya ada online, bahkan dari moda kendaraan pun saingan terberat angkot itu sebetulnya motor,” kata Iman.
Iman menjelaskan, pemerintah pusat dalam hal ini kementerian perhubungan, tahun depan berencana mengadakan atau melaksanakan program Bis Rapid Transit (BRT). Kata Iman, akan ada dua koridor yaitu Gading Tutuka Soreang – Leuwi Panjang via tol, dan koridor Baleendah – Bandung Elektronik Center (BEC).
“Kami merespon itu dengan mencoba membuat koneksitas. Jadi menuju ke titik tadi (koridor BRT) perlu angkutan lokal, maka kami mengadakan uji coba trayek Soreang-Baleendah,” jelasnya.
Meski bakal ada trayek Soreang-Baleendah, pihaknya tetap tidak menggunakan moda baru, namun menggunakan angkot dan pengemudi setempat.
“Kami tetap melihat bagaimana kondisi eksisting lokal yang ada di jalur itu. Selama dua bulan ini, kami berkoordinasi dengan Organda dan Koperasi Badan Hukum Anggota sebagai wadah dari pengusaha angkutan umum,” tutup Iman. (yul)
