98

Emil: Sakip Daerah Predikat A dalam Tiga Tahun

ISTIMEWA FOR JABAR EKSPRES
RAPIM DINAS: Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memimpin Rapim Dinas bersama kepala dinas OPD Pemprov Jawa Barat di Ruang Papandayan, Gedung Sate, kemarin (7/1).

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menargetkan Sakip dan Lakip Kabupaten/Kota di Jawa Barat predikat A dalam tiga tahun. Untuk menempuh hal itu, setiap kepala daerah dan dinas wajib hatam membuat detail perencanaan di e-budgeting.

”Dengan begitu, penggunaan uang rakyat akan terlihat,” kata Ridwan Kamil dalam Rapat Pimpinan di ruang Papandayan, Gedung Sate, Kota Bandung, kemarin (7/1).

Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (Sakip) dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (Lakip) Provinsi Jawa Barat, kata Ridwan Kamil, terancam turun dari A karena sebelum tidak terawasi. Tidak hanya menjadi tugas dia untuk menjadi minimal tetap predikat A, tapi juga harus mendorong kabupaten/kota untuk bisa naik kelas menjadi A.

”Dalam tiga tahun harus bisa. Kalau tidak bisa, cari konsultan perguruan tinggi yang bisa memahami Sakip sesuai aturan dari Kemenpan RB. Harus profesional,” tegasnya.

Dia memerinci, predikat A yang diraih Jawa Barat sekarang adalah kali kedua. Lakip Tahun 2016 lalu Jabar juga mendapat predikat yang sama. Hanya ada empat provinsi di Indonesia dengan nilai ‘A’, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, DI Yogyakarta, dan Sumatera Selatan.

Dia memerinci, data Sakip Kabupaten/Kota di Jawa Barat antara lain, Kota Sukabumi (nilai BB), nilai B: Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Garut, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Subang, Kota Tasikmalaya, Kota Cirebon, Kota Banjar, Kota Depok, Kota Bogor, Kota Bekasi, dan Kota Cimahi.

Sementara itu, nilai CC (Kabupaten Majalengka, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Tasikmalaya). Dan nilai C: Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Pangandaran. ”Yang nilai A hanya Kota Bandung. Jadi jika Jabar A, saya belum bangga kalau kota/kabupaten belum bisa naik kelas jadi A,” papar Emil.

Sebelumnya, Emil mengungkapkan, Pemprov Jabar akan mengurangi dana hibah. Sebab, KPK, kata dia, sudah menemukan indikasi pidana dalam dana hibah. ”Hibah tersebut benar dikucurkan. Tapi, kenyataannya dipotong dengan mekanisme,” ucapnya.

”KPK menduga praktik seperti ini masif di daerah. Tidak jelas. Maka harus diperbaiki dengan sistem, prosedur, hingga pencairannya,” ucapnya lagi.

Dia mengatakan, mendapatkan teguran dari Menpan RB. Sebab, belanja hibah lebih besar daripada belanja wajib. ”Jawa Barat ini anggarannya ada. Besar. Dengan kondisi yang ada, terkesan seperti terlalu banyak belanja akseseoris, sementara celana bolong. KPK sudah menemukan dan tinggal OTT saja. Dan saya tekankan tidak mau lagi ada OTT,” paparnya.

Maka di awal tahun, Emil mengajak, perbaiki segala bentuk prosedur. Pertama, perbaiki Sakip. Kedua pengganggaran masih kurang baik (termasuk e-budgeting). Menurut Menpan RB, kata dia, dari 500 pemerintah daerah se-Indonesia, rata-rata masih dalam predikat C dan CC. Akibatnya, ada Rp 400 triliun tidak berimbas pada pembangunan.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa mengatakan, rencana pemotongan dana hibah sudah disiapkan secara matang. Termasuk antisipasi imbas perubahan alokasi APBD. ”Dana hibah bisa hilang sama sekali atau jumlahnya harus dikurangi. Nanti bisa lebih ke belanja langsung atau tidak langsung atau bantuan keuangan yang lebih mudah pertanggungjawabannya,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Selain itu, pergeseran anggaran pun dilakukan tidak terlepas dari sejumlah proyek arahan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil melalui mekanisme bantuan keuangan. Meski demikian, Iwa yang juga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) memastikan proses penganggaran akan tetap transparan dan akuntabel. ”Seluruh usulan akan masuk lewat Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) online dan dibahas sesuai ketentuan,” tandasnya. (rie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.