Tokoh NU: Pernyataan Ketua Ansor Kabupaten Cirebon Tidak Mewakili Organisasi

206
DOK
SAMBUTAN HANGAT: Warga yang hadir di Lapangan Desa Tegalwangi, Kabupaten Cirebon, berebut menyalami RK.

CIREBON – Para sesepuh dan tokoh NU sepakat bahwa pernyataan
Ketua Ansor Kabupaten Cirebon Ustad Ujang Bustomi yang menyatakan cagub Jabar Ridwan Kamil tidak merakyat, tidak mewakili organisasi GP Ansor maupun Banser NU. “Itu hanya mewakili pribadi dia saja, bukan organisasi,” kata KH. Muhammad Faqih, sesepuh NU di Cirebon, hari ini.

Menurut dia, masalah dukungan kepada Ridwan Kamil sudah final. NU termasuk Rabithah Maahid Indonesia (RMI), organisasi underbow PCNU Kabupaten Cirebon, sepakat mendukung Ridwan Kamil. Bahkan baik GP Ansor maupun Banser segera mendeklarasikan dukungannya kepada Ridwan Kamil dalam kontestasi Pilgub Jabar 2018.

Senada dengan Faqih, Ketua RMI KH. Badrudin Hambali menyatakan hal serupa. “Sejauh ini lembaga tidak pernah memberikan perintah kepada Ujang Bustomi untuk menyatakan hal tersebut. Jadi itu pernyataan pribadi dia, tidak mewakili organisasi,” kata pimpinan Pesantren Balerante Cirebon ini.

Badrudin yakin, seyakin-yakinnya bahwa tidak ada musyawarah untuk mengeluarkan statement tersebut. Karena statement yang dikeluarkan oleh DPD maupun DPC harus melalui musyawarah ditingkat DPP. “Ini tidak ada, dan NU tidak punya sikap seperti yang dikatakan Ujang Bustomi,” ujar pengasuh pondok pesantren Assalafiah Bode Lor ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Cirebon Ujang Bustomi menyatakan kedekatan Ridwan Kamil dengan rakyat yang nampak selama ini di media, sifatnya artifisial alias palsu. Faktanya, RK adalah seorang elitis.

Terkait statement tersebut Badrudin menduga hal itu karena rasa kecewa Ujang kepada
untuk Walikota Bandung Terbaik 2017 versi Kemendagri itu, yang sampai saat ini belum mengunjungi kader GP Ansor maupun Banser Kabupaten Cirebon. “Sementara paslon lain sudah lebih dulu datang,” ujar dia.

Sedangkan mayoritas warga nahdiyin, Badrudin mengungkapkan, hingga sejauh ini, sepenuhnya mendukung Ridwan Kamil. Alasan dia karena Kang Emil punya nasab kyai dan berasal dari kalangan keluarga NU. Ridwan Kamil cucu ulama besar KH. Muhyidin, pendiri 8 pesantren Pagelaran di Jabar dan wakilnya Kang Uu, juga cucu KH. choer Affandi, pendiri Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, Tasikmalaya.

Selain itu, Badrudin menegaskan Kang Emil sosok pemimpin yang sudah membuktikan keberhasilannya memimpin kota Bandung dengan diraihnya ratusan penghargaan. Tak hanya itu, Ridwan Kamil sosok pemimpin yang suka mendengar aspirasi rakyatnya. “Ia sosok yang sederhana, cerdas, inovatif, aspiratif dan bersih,” ujarnya. (*)



TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.