Persib Ingin Lepas dari Kutukan

99
ACHMAD NUGRAHA/JABAR EKSPRES
POIN PENUH: Pelatih Kepala Persib Bandung Roberto Carlos Mario Gomez saat ada di Bandar Udara. Dia membidik kemenangan saat laga tandan melawan Arema.

BANDUNG – Pada musim kompetisi 2008/2009, tepatnya 9 Mei 2009 saat kompetisi masih bernama Indonesia Super League (ISL), Persib mampu mengalahkan Arema FC di Malang. Saat itu, Maung Bandung di bawah asuhan pelatih Jaya Hartono mampu mempermalukan Singo Edan 2-0 di Stadion Kanjuruhan, Malang, melalui gol yang disumbangkan Hilton Moreira menit ke-11 dan Cristian ‘El Loco’ Gonzales menit ke-62.

Kemenangan yang terasa amat luar biasa. Sebab, itulah keunggulan pertama Maung Bandung atas Arema di kandangnya sejak pertama kali bentrok di ajang Liga Indonesia pada tahun 2002 silam.

Tak heran memang, musim kompetisi 2008/2009 bisa disebut sebagai musim yang luar biasa bagi Persib. Kala itu Maung Bandung berhasil finis di urutan ke-3 klasemen akhir ISL  dengan raihan 66 poin hasil 20 kali menang, enam Imbang dan delapan kali menelan kekalahan.

Poin yang diraih Persib di akhir musim sama dengan peringkat ke-2, Persiwa Wamena. Hanya saja, tim asal Papua berujuluk Badai Pegunungan itu unggul dari sisi produktivitas gol dengan surplus 25 gol, sedangkan Persib 23 gol. Gelar juara ISL 2009 diraih oleh Persipura Jayapura.

Lebih dari itu, sang penyerang, Gonzales pun berhasil mencatatkan namanya dalam daftar pencetak gol tersebur ISL musim 08/09. Meski masih berstatus sebagai pemain pinjaman dari Persik Kediri, ‘El Loco’ mampu menjadi top skorer bersama pemain Persipura, Boaz Solossa dengan raihan sama banyak, 28 gol.

Cerita musim 08/09 usai, namun, di musim itulah rupanya kemenangan tandang atas Arema itu menjadi yang terakhir bagi Persib. Nyaris sembilan tahun lamanya Maung Bandung seperti terkena kutukan. Karena tidak pernah lagi meraih kemenangan melawan Arema saat bermain di Malang. Baik itu saat bertanding di Stadion Kanjuruhan ataupun Gajayana.

Bahkan, ketika Persib merengkuh gelar juara ISL tahun 2014 lalu, Maung Bandung tetap tak mampu menaklukkan Singo Edan di kandangnya. Saat itu, Persib yang sudah dibesut Djadjang Nurdjaman itu hanya bermain imbang 2-2.

Jelang laga menjamu Arema FC di ajang Go-Jek Liga 1 2018, Minggu 15 April nanti, Persib tentu bertekad menghentikan kutukan tidak pernah menang di Malang. Apalagi, sekarang ini Maung Bandung dalam motivasi yang tinggi usai sukses mengalahkan Mitra Kukar di kandang, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pekan ke-3 lalu. Ditambah, Maung Bandung punya sedikit modal berharga saat berhasil menekuk Arema FC pada laga uji tanding di GBLA 26 Maret lalu.

Meski begitu, mengalahkan Arema di kandang sangatlah sulit. Terbukti, sembilan tahun lamanya Maung Bandung puasa kemenangan di daerah yang tersohor dengan buah tangan serba apel itu.

Bahkan, tercatat sejak pertemuan pertama tahun 1990 di ajang Piala Jawa Pos ll, tak satupun pelatih asing Persib yang mampu membawa pulang kemenangan dari Malang. Baik itu dari Liga Indonesia IX era 2003 an bersama pelatih Polandia, Marek Andrzej Sledzianowski, hingga masa kepelatihan Dejan Antonic.

Maung Bandung kini berada di bawah komando juru racik asal Argentina, Mario Gomez. Pelatih berusia 61 tahun ini sarat prestasi dan punya jam terbang tinggi di kancah sepakbola internasional. Sudah tentu, saat ini Gomez tengah meramu formula demi menorehkan sejarah baru di Kota Apel. Akankah cerita pelatih asing tak pernah menang dan kutukan sembilan tahun puasa kemenangan di Malang berakhir di era Gomez? Semoga. (ign)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.