Ajudan Atur Aliran Suap

Dugaan Korupsi Bupati Cirebon

39
sunjaya-kpk
JADI TERSANGKA: Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra (tengah) dengan rompi tahanan meninggalkan kantor KPK di Jakarta, Jumat (26/10) dini hari.

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Cirebon periode 2014-2019, Sunjaya Purwadi Sastra (SUN) sebagai tersangka. SUN diduga berperan sebagai penerima suap perizinan proyek dan mutasi jabatan.

Selain SUN, KPK juga mengamankan enam orang lain termasuk ajudan Bupati Cirebon berinisial DS. DS diduga sebagai pihak yang mengatur aliran suap tersebut. Namun, DS hingga saat ini belum ditetapkan sebagai tersangka.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengatakan, tim penyidik KPK masih terus berupaya mengembangkan kasus ini. Menurutnya, penetapan DS sebagai tersangka nanti akan tergantung dari hasil penyidikan.

“Biar penyidik bekerja dulu, ya,” ujar Saut singkat saat di­hubungi Fajar Indonesia Net­work (FIN), Sabtu (27/10).

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata men­jelaskan, Sunjaya telah me­nerima suap dari Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum di Kabupaten Cirebon, Gatot Rachmanto (GAR). Alexander menyebutkan Gatot Rach­manto juga ditetapkan seba­gai tersangka dengan status pemberi suap. “KPK mening­katkan status penanganan perkara ke penyidikan dengan menetapkan dua orang seba­gai tersangka yaitu SUN dan GAR,” kata Alexander.

Disebutkan, SUN sebagai penerima suap menerima uang senilai Rp100 juta atas imbalan mutasi dan pelantikan GAR untuk menduduki jabatan Se­kretaris Dinas Pekerjaan Umum di bagian Penataan Ruang di Kabupaten Cirebon.

Penerimaan uang dengan alasan sebagai imbalan yang dilakukan SUN tidak hanya baru sekali, namun telah be­berapa kali dari beberapa pejabat yang ada di Kabupa­ten Cirebon.

Disebutkan Alexander, jika SUN tidak menerima langsung. Uang imbalan sebesar Rp 125 juta biasa diterima atau dibe­rikan penyuap kepada ajudan dan sekretaris pribadinya. “Alasannya untuk tanda te­rima kasih kepada bupati setelah yang memberikan suap dilantik,” papar Alexander Marwata.

Dari pemeriksaan awal, penyidik mensinyalir total uang fee yang diterima Sunjaya sebesar Rp 6,425 miliar. Uang itu tersimpan didalam rekening atas nama orang lain namun atas penguasaan Sunjaya.

Atas perbuatannya, Sunjaya selaku penerima suap disang­kakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberan­tasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU No­mor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, Gatot sebagai pihak pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberan­tasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU No­mor 20 Tahun 2001.

Untuk diketahui, berdasar­kan informasi Laporan Harta Kekayaan Negara (LHKPN) Bupati Cirebon Sunjaya mel­aporkan hartanya pada tang­gal 24 Juli 2015. Harta yang tidak bergerak yang dimiliki­nya senilai Rp12 miliar. Di mana tanah dan bangunannya itu berjumlah 70 buah yang tersebar di beberapa daerah. Luas tanah 19 ribu meter dan yang paling besar milik Sun­jaya berada di daerah Bekasi dan yang paling kecil seluas 100 meter berada di Bogor.

Koordinator Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Donal Fariz menilai, KPK cepat atau lambat pasti akan mengungkap dugaan keterlibatan pihak lain. Men­urut Donal, hanya menunggu waktu sampai DS ditetapkan sebagai tersangka jika bukti-bukti yang ditemukan selama penyidikan mengarah ke di­rinya.

”Tentu KPK akan mengembangkan kepada pelaku-pela­ku yang turut berperan dalam kasus ini,” ujar Donal ketika dihubungi Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (28/10).

Donal membandingkan dugaan keterlibatan DS dengan penetapan SUN sebagai ter­sangka. Dia menegaskan DS dapat ikut ditetapkan sebagai tersangka. Intinya, selama bukti-bukti yang ditemukan mengarah pada DS.

”Jika Bupatinya bisa dijerat, ajudan tentu juga bisa dijerat sepanjang ada bukti keterli­batan yang bersangkutan,” tukasnya.

Dirinya pun berharap, KPK bisa mengungkap kasus ini secara jelas. Serta, sambung­nya, dapat mengungkap pihak-pihak lain yang diduga ikut terlibat dalam dugaan suap.

”Tentu kita berharap seluruh pihak yang terlibat diungkap dan diproses hukum,” pung­kasnya. (RIZ/NAL/FIN)

BAGIKAN


TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.