800 Botol Miras Diamankan

Penertiban Dilakukan dalam Rangka Menyambut Bulan Ramadan

83
BERHASIL DIAMANKAN : Sebanyak 800 botol miras berhasil diamankan oleh Satpol PP. Penertiban ini dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.

NGAMPRAH– Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung Barat berhasil mengamankan 800 botol minuman keras (miras) di wilayah Lembang. Ratusan miras tersebut diamankan dari warung dan gudang milik warga. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung Barat, Rini Sartika di Ngamprah, Rabu (16/5).

Menurut Rini, operasi miras ini dilakukan beberapa hari menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Terakhir, pada Selasa (15/5) malam petugas yang berjumlah 15 orang ini berhasil mengamankan 500 botol miras. “Totalnya ada 800 botol miras yang berhasil diamankan,” katanya.

Selain di wilayah Lembang, kata dia, dalam waktu dekat pihaknya juga bakal melakukan operasi miras ini di beberapa wilayah lainnya. Dirinya juga meminta warga agar melaporkan bila ada temuan penjual miras di lapangan. “Miras yang sudah kita amankan itu atas dasar laporan warga. Makanya selain mendapatkan laporan warga, petugas juga bergerak ke lapangan untuk memantau penjualan miras,” ungkapnya.

Diakuinya, sejauh ini dari miras yang berhasil diamankan belum ada yang mengarah pada miras oplosan. Namun, pihaknya tetap akan melakukan pengawasan terhadap beredarnya miras oplosan yang membahayakan nyawa seseorang. “Miras yang kami amankan ini sambil dilihat juga kemasannya, khawatirnya ada miras oplosan. Tapi, sampai saat ini tidak ada yang mengarah pada miras oplosan,” ujarnya.

Rini menmbahkan, bila miras sudah terkumpul banyak, maka tindakan selanjutnya akan dilakukan pemusnahan agar miras-miras ini tidak lagi beredar di tengah masyarakat. “Kalau sudah terkumpul semuanya, kita akan langsung musnahkan. Hal ini dilakukan agar memberikan kenyamanan serta menghormati masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa,” terangnya.

Disinggung operasi miras juga bakal dilakukan ke sejumlah hotel, Rini belum bisa memastikan. Karena hal itu harus ada koordinasi dengan dinas terkait. “Karena untuk hotel kewenangannya  ada di bawah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Jadi kita harus koordinasi dulu,” tandasnya. (drx)

~ads~

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.